Beranda > Kisah > Kisahmu Ceritaku, Bandung

Kisahmu Ceritaku, Bandung

Bandung! Siapa sich yang ngak ingin kesana? Kota terbesar ke tiga di Indonesia yang merupakan tempat berlangsungnya Konfrensi Asia-Afrika. Dan kota yang terkenal dengan sebutan kota Kembang, sangat cocok untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Selain mempunyai bahasa yang seksi, wisata kulinernya sangat menggugah selera untuk dinikmati. Mau disapa oleh neng geulis? Mari datang ke Bandung!

Perjalanan kami diawali dengan keindahan pemandangan kota Bandung dari langit. Cuaca yang besahabat memberikan suguhan selamat datang yang luar biasa. Dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, saya mengabadikan beberapa gambar dari balik jendela pesawat dan Klik!

Kota Bandung dari Atas

Kota Bandung dari Atas

Karena alasan tertentu, pesawat kami belum diijinkan untuk mendarat. Kurang lebih 45 menit pesawat kami memutar di atas kota Bandung, akhirnya kami bisa untuk mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (24/10).

Wilujeng Sumping! tulisan pertama yang saya baca di areal Bandara. Senang. Bahagia, campur aduk menjadi satu. Perjalanan kami lanjutkan untuk mencari kuliner yang murah meriah namun lezat. Warung Ibu Imas, warung yang terletak di Jl. Dr. Sotomo, Bandung menjadi sasaran pertama kami. Warungnya sederhana, tetapi suguhannya istimewa terbukti dengan banyaknya pengunjung yang mengantre.

Malam hari, kami mencoba mencari sensasi makanan yang berbeda. Kambing Bakar Cairo, sebuah lokasi yang terletak di Jalan Cihampelas, dengan sajian khusus kambing bakar. Entah daging kambingnya dikirim dari cairo atau cara masaknya yang luar biasa, yang jelas kambing bakarnya memberikan sensasi yang istimewa. Lezat. Empuk. Nikmat, dijamin Anda tidak akan kecewa.

Kambing Bakar Cairo Yang Lezat

Kambing Bakar Cairo Yang Lezat

Seperti teman-teman blogger lainnya, perjalanan tanpa diisi dengan acara “Kopdar” (kopi darat) belumlah lengkap. Dengan keterbatasan waktu, kami menyempatkan diri untuk sekedar berbagi kisah dan melepas kangen dengan sahabat blogger, Selasa (25/10).

Kedatangan mbak Dey beserta keluarganya dan Nchie bersama Olive ke lokasi  pameran Forum Nasional Replikasi Inovasi Pelayanan Publik, Bale Asri Pusdai, Bandung, memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Bagaimana tidak? Mereka rela kehujanan untuk sebuah arti Kopdar.

Kopdar kali ini bisa dibilang sangat sederhana. Kami hanya duduk ngobrol di emperan Masjid sambil sesekali berfoto pada area pameran. Meskipun sederhana namun rasanya istimewa. Ternyata bahagia itu tidak bisa kita dapatkan namun bisa kita temukan, terima kasih atas waktunya sahabat.

01

038-img_3565

Ini ceritanya pose sedakep 🙂

Setelah dua hari disibukkan dengan tugas dan kewajiban (26 dan 27 Oktober 2016), tibalah waktu kami untuk meninggalkan kota Kembang. Keberangkatan kami menuju Denpasar hari Jumat (28/10) pukul 16.15 Wib. Jadi masih ada beberapa jam untuk berwisata di kota Kembang ini.

Tujuan pertama kami adalah Masjid Raya Bandung. Kemegahan Masjid dan keindahan taman sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi kami untuk mengambil beberapa gambar.

Di Salah Satu Sudut Masjid Raya Bandung

Di Salah Satu Sudut Masjid Raya Bandung

Selanjutnya kami menuju ke arah Subang, Jawa Barat, menikmati wisata alam Gn. Tangkuban Perahu. Tidak lama kami menjelajah tempat ini. Karena kendala cuaca, hujan dan kabut sudah mulai turun, kamipun melanjutkan perjalanan kembali ke kota menuju Trans Studio Bandung.

Penduduk setempat mengatakan ini kawah Ratu dari Gn. Tangkuban Perahu

Penduduk setempat mengatakan ini kawah Ratu dari Gn. Tangkuban Perahu

Kemewahan Trans Studio Bandung memang patut diacungkan jempol. Pinginnya sich berlama-lama di tempat ini, namun pikiran kami tidak terlepas dari arloji di tangan dan menghitung setiap detiknya. Jadi begitulah hanya naik dan turun eskalator sambil melihat-lihat saja. Just looking, not shoping 😆

Sudut Trans Studio. Ibunya mana yach???

Sudut Trans Studio. Ibunya mana yach???

Begitulah, hingga waktu mewajibkan kami untuk merapat ke Bandara. Dengan perasaan yang masih penasaran, kami meninggalkan kota Kembang Bandung. Terima kasih Bandung, kamu telah berbagi, tentang  kisahmu ceritaku, tentang kamu dan aku. Dimana ada kamu dalam disetiap kisahku, dan selalu kamu dipemeran kisahku, Bandung.

Iklan
  1. 08/11/2016 pukul 5:21 pm

    Om Swastiastu, Bli. 🙏
    Duh, sudah lama banget tidak mampir ke sini. Bandung memang seru ya bli, saya pun betah banget pas kuliah di sana~ 😂

    • 14/11/2016 pukul 5:10 pm

      Om suastyastu mewali gung…wahhh lama juga ngak muncul gun yah

  2. 04/11/2016 pukul 8:40 pm

    bandung

  3. dey
    04/11/2016 pukul 11:57 am

    Makasih juga Bli.

  4. 01/11/2016 pukul 3:43 pm

    Ah … saya kok jadi pingin ke Bandung ya …
    Udah lama nggak ke sana nih …

    Salam saya Bli

    • 14/11/2016 pukul 5:09 pm

      Nahhhh om…pasti mau bikin acara lagi yachn 🙂

  5. 01/11/2016 pukul 3:25 pm

    Wah acaranya padat tapi berkesan banget ya Bli

    • 14/11/2016 pukul 5:09 pm

      Lumayan padat om…maklum bersama si bos

  6. Nchie Hanie
    01/11/2016 pukul 11:56 am

    Makasih kaka ceritamu, ceritaku jugaa..
    Makasih waktunya, tingkat kebahagiaan meski diempereran tetep terasa ko, yang penting quality timenya.

    Hmm, dr alun2 ke lembang balik lagi ke trans ya lama di jalan atuh.
    alun2+trans sejalur, sisanya ke lembang..
    atau kebalikannya *huh protes ngedumel gemes

    Ngakaaak tenan iki, ngapain turun naik tangga di TSB atuh Kaka Blii…

  7. 01/11/2016 pukul 11:33 am

    kalau kata pak Emil, kota Bandung diciptakan saat Tuhan tersenyum ini benar banget ya. 😀 memang bagus sekali kota ini.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: