Skip to content

Kolaborasi Rasa : Putih Abu-Abu Bersenyawa Dengan Rindu

22/09/2016

Ada kondisi terkadang membawa kita kembali ke rasa masa putih abu-abu. Masa mulai mencari jati diri, perhatian, sahabat sejati, bahkan sebagian orang menjadikannya sebagai ajang mencari pacar. Namun dibalik itu ada juga yang merasa malu karena kekonyolan yang dilakukan dan mewajibkan ia harus pulang setelah sekolah sepi. Sekarang tinggal bertanya, Anda berada pada hal yang mana?

Begitulah, masa putih abu-abu membawa kesan tersendiri yang tidak pernah bisa kita lupakan. Selain sebagai tempat untuk menuntut ilmu, masa putih abu-abu juga membawa kita kepada pencarian arti persahabatan. Banyak orang yang persahabatannya berlanjut sejak putih abu-abu hingga ke masa berkeluarga, bahkan sampai lansia. Namun tidak jarang ada juga persahabatannya yang putus begitu saja.

Jika diibaratkan seperti burung. Kita berada dalam satu kandang yang disebut putih abu-abu, namun ketika waktunya tiba burung itu untuk terbang, mereka terbang mencari arahnya masing-masing. Hingga suatu ketika burung-burung itu mulai mencari, mengenal kembali warna dan kicauan yang sama saat masih di dalam kandang.

Dan saat bertemu, ada kolaborasi rasa yang sulit untuk diucapkan, semua mempunyai perspektif yang berbeda namun memiliki satu pemahaman yaitu Persahabatan.

Demikian juga halnya dengan kami. Sebagai alumni tahun 93/94 tidaklah mudah bagi kami untuk saling komunikasi ketika kami dinyatakan lulus 22 tahun yang lalu. Keterbatasan alat komunikasi dan pengaruh gengsi yang tinggi membawa kami hilang begitu saja. Semuanya sibuk untuk bisa disebut sebagai mahasiswa/wi. Semuanya giat berusaha untuk bisa dibilang sudah bekerja.

Tetapi semuanya berproses, tidak ada hal yang abadi selain perubahan itu sendiri. Kini kamipun disuguhi jaman modern. Jaman yang penuh dengan sarana teknologi maju dengan aplikasi yang canggih. Komunikasi yang hilang selama 22 tahun kini mulai berpijar dan akhirnya hidup sedemikian rupa membawa kami ke masa penuh rasa dalam lingkaran media sosial.

Semua mengalir dengan irama persahabatan. Mulai dari nanya kabar, anak, suami, istri pekerjaan, hingga akhirnya saling mengungkit masa putih abu-abu. Keceriaan yang difasilitasi media sosial serasa hidup makin hidup. Yang pendiam menjadi agresif yang agresif menjadi semakin agresif.

Jari-jari yang mengkeriput tidak jadi masalah untuk menari bersama gadget. Kalimat-kalimat yang dituliskanpun tidak seperti biasanya. Pujiannya begitu indah dan kelakarnya sanggup membuat kita tertawa sendiri, serta membuat anak dan suami/istri kami keheranan. Ada saja kalimat-kalimat yang membuat kami harus tertawa saat membacanya.

Kadang terbesit tanya, si A dulu pediam sekarang kok cerewet ya? Si B dulu biasa biasa saja, sekarang kok luar biasa ya? Bahkan membayangkan, kalau ketemu kopi darat apa cerita dan kelakarnya sama seperti di media sosial?

Tetapi kami sadar, kecerian yang kami lakoni pasti akan ada titik puncaknya. Selanjutnya akan ada kondisi yang membawa kami kembali kerutinitas dan jenuh. Tetapi kita tentu punya keyakinan, di antara yang jenuh pasti ada yang bersemangat. Menggugah kembali kerinduan masa putih abu-abu, mengajak kita untuk berkolaborasi dalam rasa dan bersenyawa dalam rindu.

Yang jelas masa putih abu-abu telah mengajari kami arti kekompakan, persahabatan, keluarga dan kisah-kisah seru lainnya. Terima kasih kepada kalian semua yang telah menjadi teman dan sahabat dalam hidupku, dengan segala keseruan yang pernah kita lakukan yang membuat diriku tersenyum sampai sekarang.

Dua bait buat kalian semua teman-temanku semasa putih abu-abu:

Hey kalian..

Ingatkah saat pertama kali kita memakai putih abu-abu?

Saat kita bertemu sebagai teman baru?

Saat dimana aku dan kalian berebut kursi di kantin sekolah?

Saat kemudian kita berpisah meninggalkan jejak di seragam putih abu-abu?

 

Aku harap kalian masih ingat..

Dan meluangkan waktu sedikit dari 24 jam yang kamu miliki

Untuk sekedar bercerita masa lalu

Dan berbagi kisah dengan kehidupan baru.

Ah....kangen juga dengan masa2 ini :lol:

Ah….kangen juga dengan masa2 ini😆

9 Komentar leave one →
  1. 30/09/2016 7:12 am

    Wah… reuni dengan teman teman semasa Abu-abu putih pasti seru tuh Bud.

  2. 30/09/2016 7:04 am

    Hallo Bli, Bagaimana kabarnya?
    Saya termasuk salah satu alumni puith abu-abu dengan cerita berawal dari persahabatan, lanjut menjadi keluarga, Insya Allah sampai Lansia. Alhamdulillah sudah punya satu putri cantik..

    • 30/09/2016 8:27 am

      Kabar baikkkkk sekali…di sana juga baik kan???? wahhhhh mantpppppppp…kalau saya gagal di tengah jalan hahahha..akhirnya ketemu di tempat lain hihihihihi

  3. 29/09/2016 9:13 pm

    Pondasi putih abu-abu menghasilkan ragam arsitektura pribadi mempesona ya Bli. Salam hangat tuk keluarga Jembrana.

    • 30/09/2016 8:26 am

      Hihihih bener mbak prih…..sangat antik sekali pokoke…makasi mbak yach…telah setia main di rumah ini🙂

  4. dey permalink
    23/09/2016 11:00 am

    Ciee nostalgia …..
    Hati2 CLBK … 😀

    • 23/09/2016 7:14 pm

      Hahahahah di sini kagak ada mantan pacar mbak…gebetan saya dulu adik kelas xixixixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: