Hidup Seperti Mengayuh Sepeda

“Aku berdiri di salah satu sudut jalan, menatap lekat sebuah Masjid. Menanti hal unik yang tak ingin aku lewatkan. Sesaat terdengar kumandang Azan Magrib, suatu panggilan hati nurani tanpa paksaan, membawaku pada sebuah senyum tentang kebesaran Tuhan. Memberiku berkah pengayuh sepeda, sebagai renungan kalau hidup seperti mengayuh sepeda, menjaga keseimbangan dengan terus bergerak.”

Setidaknya itulah yang terlitas dipikiran saya, saat hunting foto Masjid Baitul Muhtarifin Polres Jembrana yang terletak di Jalan Pahlawan, Negara, Jembrana, Bali, Senin (20/6). Dan saya harus menentukan waktu yang tepat, jika tidak ingin ditabrak kendaraan 😆

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog theordinarytrainer.com”

01 FB 2 IMG_1446

LombaFotoTheordinarytrainer-300x144

Iklan

13 pemikiran pada “Hidup Seperti Mengayuh Sepeda

  1. Ping balik: PENGUMUMAN LOMBA FOTO | The Ordinary Trainer's Voice

  2. Juri sudah datang ke sini dan melakukan penilaian
    Terima kasih telah berkenan ikut meramaikan lomba foto di blog saya
    Semoga sukses

    salam saya
    @nh18

  3. nunggu momen itu memang salah satu yang harus mau dilakukan kalau mau jadi fotografer handal ya bli

    seperti biasa selalu keren

  4. Keren sekali Bli, narasi dan foto menyatu banget. Kalau pedal tak dikayuh gubrak sepeda kehidupanpun roboh. Suksma Bli, berbagi renungan foto apik.

  5. Adem sekali lihat suasana sekitar masjidnya bli.. Tempo hari pas ke Bali hotel tempat saya menginap lokasinya juga dekat masjid. Senang sekali bisa ikut mendengar adzan shubuh sampai ke kamar hotel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s