“Melati,” Kesederhanaan Yang Luar Biasa

Setiap orang tentu mempunyai sebutan nama untuk orang yang sangat mereka sayangi, tak terkecuali saya. Beberapa sahabat blogger, kalau saya mengatakan “Melati”, mereka sudah mengerti siapa orang yang saya maksudkan. Lalu kenapa harus Melati? Alasannya akan saya buka pada cerita berikut ini.

Bercerita tentang Melati, sudah pernah saya tulis pada Aku Sebut Engkau Melati dan Bukan Mawar, Tetapi Melati. Namun tidak ada salahnya saya tuliskan kembali tentang Melati dan kenapa harus Melati?

Pertama adalah warna. Warna putih yang dimiliki oleh bunga Melati begitu bersih dan tidak terlalu mencolok, dan menurut saya ini perlambang kesucian serta budi yang luhur.

Kedua adalah aroma. Aroma bunga Melati yang tidak begitu menusuk hidung memberikan kesan yang lembut, nyaman dan tenang. Dan aroma ini juga sangat membantu ketika kita melakukan kegiatan meditasi.

Ketiga adalah cara tumbuh. Cara tumbuh bunga Melati tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Dan bagi saya itu adalah suatu kesederhanaan dan pribadi yang ikhlas.

Keempat adalah bunga Melati itu sebagai salah satu bunga yang dinyatakan sebagai Bunga Nasional dan disebut sebagai Puspa Bangsa (Kepres nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa Dan Bunga Nasional).

Dasar itulah, kemudian saya menyebut istri sebagai “Melati.” Dia begitu sederhana, tidak larut dalam hingar bingar jaman, memberikan rasa nyaman ketika saya di rumah maupun saat bekerja, serta memiliki pribadi yang begitu tulus dan ikhlas.

Ada orang yang mengatakan “Apalah Arti Sebuah Nama” namun bagi saya nama adalah “Kesederhanaan Yang Luar Biasa,” karena nama merupakan suatu doa, pujian dan harapan kepada orang yang memilikinya.

Siapakah sebutan untuk orang yang Anda cintai?

Terima Kasih Melati, Kamu Merawat Ibu Dengan Baik

Terima Kasih Melati, Kamu Merawat Ibu Dengan Baik

Iklan