Pesona Blimbingsari Dan Palasari

Kembali saya bercerita tentang Desa Blimbingsari. Desa Blimbingsari membawa pesona tersendiri di Kabupaten Jembrana. Selain dikenal sebagai Desa Wisata, perayaan keagamaan dari umat Nasrani di desa ini masih lekat dengan budaya bali (adanya penjor dan umbul-umbul). Penjor-penjor berdiri dengan indah di area Gereja, begitu juga di depan rumah warga yang beragama Nasrani. Semuanya memasang penjor dan umbul-umbul.

002-IMG_8906

Gereja PNIEL Blimbingsari

008-IMG_8954

Suasana Desa Blimbingsari yang bersih dan asri

Kebersihan dan keindahan bunga-bunga yang ditanam di seputaran Gereja, menjadi daya tarik tersediri bagi pengunjung yang datang. Saya sendiri tidak terlalu paham dengan jenis-jenis bunga, namun karena keindahannya saya menjadi tertarik untuk memotret.

Seperti bunga di bawah ini. Apakah bunga cantik ini Lavender atau Angelonia angustifolia? saya juga kurang paham 😆 saya hanya melihat dari sisi ketertarikan untuk memotret.

Ungu dan Putih menjadi ketertarikan tersendiri :)

Ungu dan Putih menjadi ketertarikan tersendiri 🙂

0014-IMG_8940

Ini bunga putih dan ungu saat saya jepret menjadi pertanyaan dalam diri saya, Lavender atau Angelonia angustifolia? hehehe

Cerita saya lanjutkan ke Desa Palasari. Desa Palasari yang merupakan tetangga dari Desa Blimbingsari mempunyai gereja yang luar biasa megah, Gereja Paroki Hati Kudus Yesus. Gereja yang lebih dikenal dengan sebutan Gereja Palasari, memiliki beberapa keunikan, terutama dari segi arsitektur bangunan dan usianya yang lumayan tua. Tidak heran banyak wisatawan lokal maupun asing berkunjung kesini.

0010-IMG_8965

Sebetulnya masih banyak cerita di Desa Blimbingsari dan Palasari, namun karena risih dengan pakaian yang saya gunakan saat itu, jadi saya jepret yang umum-umum saja, tidak sampai jongkok, tiarap dan guling-guling 😆 salam, Semoga Semua Hidup Bahagia.

Iklan

14 pemikiran pada “Pesona Blimbingsari Dan Palasari

  1. Aku cuma ditunjukin jalannya doang ke Blimbingsari … *ya iyalah, ngga minta dianterin ke sana .. hehehe

    Itu kayaknya bukan lavender deh, bunganya beda. Soalnya dulu pernah nanem lavender di halaman rumah.

  2. Kalu hijau, apik dan bersih seperti itu jadi standar desa di seluruh penjuru Nusantara.. Wuih.. bisa berbondong-bondong orang mengantri jadi warga negara Indonesia! 🙂

    PS: Dulu pernah ngepos di Pejeng, jadi sempat sedikit blusukan. Salah satu yang saya sangat suka dari jalanan kampung di Bali: kondisi selalu terjaga, tetapi tidak ada yang ngebut, dan bebas polisi tidur.. 🍸

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s