Beranda > Informasi > Pencak Silat Dalam Dunia Modern

Pencak Silat Dalam Dunia Modern

Sebagai warisan budaya bangsa yang mempunyai nilai seni tradisional, Pencak Silat juga mempunyai empat aspek utama seperti (1) Aspek mental spiritual, (2) Seni, (3) Beladiri, dan (4) Olahraga.

Dan di jaman modern sekarang ini, banyak perguruan/aliran beladiri telah mengalami pergeseran dari tehnik asli (murni) pencak silat/beladiri menjadi olahraga beladiri. Sehingga banyak perguruan bersaing untuk mencetak pesilat yang berprestasi dalam setiap pertandingan. Pola latihanpun terkesan memfokuskan pada teknik untuk mendapatkan poin dan mengejar target kemenangan.

Dalam hal ini, dituntut kecerdasan seorang pelatih untuk membina anak didiknya. Satu sisi harus mampu bersaing pada tuntutan jaman, dipihak lain harus tetap menjaga bentuk tradisional spiritual pencak silat itu sendiri.

Untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa dalam seni Pencak Silat pada dunia modern sekarang ini, tidak ada salahnya memberikan sedikit teknik praktis pencak silat kepada anak. Hal ini untuk bekal mereka dalam menghadapi kehidupan nyata dalam melindungi diri atau orang lain, saat mengatasi pelaku kejahatan yang terkesan bengis dan tanpa aturan.

Selain teknik, aspek mental spiritual harus tetap ditularkan (meditas, petuah) sehingga mereka berpegang teguh pada Tri Prasetya Pesilat yang harus ada dalam diri pesilat, dimana pesilat adalah:

  1. Manusia yang berbudi pekerti luhur.
  2. Insan yang menghormati sesama dan mencintai persahabatan serta perdamaian.
  3. Ksatria yang menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan serta tahan uji dalam menghadapi cobaan maupun godaan.
0001

Ilustrasi dikit 😉

Iklan
  1. 30/01/2016 pukul 3:03 pm

    bagus ya, Masih kecil sudah diajari pencak silat. biar nanti kalo gede paling tidak bisa menjaga diri sendiri.

  2. 30/08/2015 pukul 6:39 pm

    ketangguhan fisik, sportivitas dan kepekaan nurani sedang dibangun ya Bli. Kereen nih Tya dan Agas…
    Salam

  3. 14/08/2015 pukul 11:20 am

    Apa kabar Bli? Lama aku nggak berkunjung nih . .
    Iya sekarang memang janji pendekar/pesilat banyak yang dilupakan, sehingga ilmu yang harusnya buat bela diri malah jadi dipakai menyerang ya Bli 😦

  4. 01/08/2015 pukul 8:57 am

    Nah..bedanya apa itu Bud antara teknik pencak silat dan olahraga pencak silat?
    Si Aldo tuh juga semangat ikut belajar Merpati Putih karena ada temannya yag bapaknya pelatih di sana..

    • 03/08/2015 pukul 10:06 am

      Teknik asli pencak silat itu, diajarkan bagaimana menggunakan teknik dan jurus yang dikembangkan dalam aliran tersebut sehingga bisa dijadikan tameng buat membela diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupan nyata.

      Nah.kalau olahraga beladiri, lebih dominan pesilat dilatih teknik menyerang dan menghindar sesuai dengan aturan pertandingan untuk mendapatkan point (dalam kehidupan pertandingan). Seperti..tidak boleh menyerang kepala, kemaluan dsbnya. dominannya untuk suatu prestasi mbok.

      Kalau si Aldo rajin belajar Merpati Putih itu bagus mbok, saya dukung itu, jika ia sudah menjiwai akan mendapatkan hasil yang luar biasa buat kehidupannya. Usahakan belajarnya sampai tuntas mbok..jangan setengah-setengah 😉 meskipun ia sudah ke sekolah lain, usahakan tetep belajar beladirinya. Meskipun masa2 bosan itu ada, seperti saya dulu waktu SD hahaha

      Catatan mbok : Tetep ingatkan si Aldo mengenai Tri Prasetya seorang Pesilat

      • 03/08/2015 pukul 10:09 am

        Ok Bud. Nanti Mbok ingatkan deh. Sementara sih dia lagi semangat2nya…

  5. 31/07/2015 pukul 12:55 am

    Saya pernah mendengar kalau sekarang malah ada perguruan silat yang bentrok gara-gara hal sepele 🙂 salam

    • 03/08/2015 pukul 9:54 am

      Bahkan ada yang terjadi kan? heehe..menurut hemat saya, perguruannya tidak salah, hanya saja, orang yang berlatih silatnya yang kurang memahami TRI PRASETYA PESILAT

  6. 30/07/2015 pukul 4:12 pm

    Dulu waktu saya kecil hampir tiap kampung ada perkumpulan silatnya. Ada guru silat yang mengajar;kan silat secara gratis. Sekarang gak ada lagi. Prihatin saya.
    Lama tak berkunjung, semoga sehat dan sukses selalu.
    salam

    • 30/07/2015 pukul 8:06 pm

      Pencak Silat memang berbeda dengan aliran lainnya.. pencak silat lebih mengarahkan kepada Pelestarian..jadi sifatnya memang gratis…paling uruan 1000 atau 2000 rupiah untuk sekedar membeli minum peserta latihan.

      Memang bener, sekarang ini, mulai memudar..semoga para keturunan pendekar pencak silat bisa membangkitkan kembali hal ini yach … 😉

  7. dey
    29/07/2015 pukul 12:19 pm

    Kalau illustrasi mengajar anak2 pencak silat, cukup foto Tya & Agas. Papanya ngumpet dulu .. 😛 *hahaha, protesss aja ..

    • 30/07/2015 pukul 8:04 pm

      Hahahaha maunya ngumpet tapi kok muncul sendiri hahahaha

  8. 28/07/2015 pukul 9:09 pm

    Hmmm…aku dri dulu pgn bisa pencak silat.paling tidak buat perlindungan diri sendiri klo ada cowo2 usil…sayangnya disini terkesan gak ada tempat buat kursusnya.xixixi…

    • 30/07/2015 pukul 8:03 pm

      Hahahah kalau kursus memang sulit kali yach hihii..nanti ke Jembrana tak ajarin GRATISSS HAHAHAH

      • 05/08/2015 pukul 3:52 pm

        Bli…kalo jembrana-purwodadi cuma sekedipan mata iap hari mau kalik kesana..xixixixixi

  9. 28/07/2015 pukul 1:56 pm

    kalau pencak silat gak boleh pakai sepatu ya Bli ? 🙂

    • 28/07/2015 pukul 6:58 pm

      Mbak Lidya…ngak boleh mbak..biar biasa kotor katanya hahahahhaha

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: