Skip to content

Ngaben Di Tanah Sumba Timur

29/03/2015

Ngaben merupakan salah satu rangkaian upacara Pitra Yadnya bagi orang yang sudah meninggal yang dilaksanakan oleh umat Hindu dalam kewajibannya terhadap leluhur, melalui proses pembakaran jenasah sebagai bentuk penyucuian badan kasar dan penyucian atma (roh) fase pertama.

Di setiap daerah, pelaksanaan ngaben oleh umat Hindu tidaklah sama, tergantung dari Desa Kala Patra (tempat, waktu dan keadaan) namun esensi dari upacara tersebut adalah sama, yaitu pengembalian 5 (lima) unsur terdiri dari pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas), bayu (angin), akasa (ruang hampa) yang ada pada manusia atau disebut Panca Maha Butha, untuk kembali ke asalnya.

Begitupula pelaksanaan upacara ngaben almarhum ayah Melati (ayah kami) yang dilaksanakan di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur tidaklah sama dengan pelaksanaan ngaben ditempat lain. Mulai dari beliau meninggal hari minggu 22 Maret 2015, pukul 14:00 wita, persiapan awal dilaksanakan oleh anak-anak Remaja Masjid Kelurahan Kemala Puti dengan mendirikan tenda dan pengaturan kursi-kursi tamu.

Senin-Rabu, 23 – 25 Maret 2015 secara bergiliran dari pagi hingga malam saudara-saudara umat hindu di waingapu membuat segala persiapan upacara pengabenan (sesajen maupun kelengkapannya). Dan pada hari Rabu, 25 Maret 2015 pukul 19:30 wita beberapa saudara dari umat Nasrani memanjatkan doa dengan caranya masing-masing.

Sungguh, Indonesia begitu indah. Perbedaan suku, agama, dan ras tidak menjadi halangan bagi kami untuk berbagi duka di negeri tercita ini.

Pada hari Kamis, 26 Maret 2015 pukul 09:00 wita, prosesi pengabenanpun dimulai. Diawali dengan proses ritual spiritual pertama yaitu nyiraman layon (memandikan jenasah) yang disaksikan oleh para kerabat maupun masyarakat yang berkumpul di rumah duka. Setelah dimandikan, jenasah akan dipakaian pakaian adat Bali, seperti layaknya orang yang masih hidup.

Selanjutnya dilaksanakan proses ngajum (pelepasan roh) dengan simbul-simbul kain yang telah digambar (dirajah) dengan unsur-unsur penyucian roh. Kemudian seluruh keluarga memberikan penghormatan terakhir dan memberikan doa semoga arwah yang telah meninggal memperoleh tempat yang baik (amor ring achintya).

008 IMG_3617

Proses memandikan jenasah

Setelah segala sesuatunya siap, jenasah akan ditempatkan di “Bade” (tempat mengusung jenasah) kemudian diusung ke kuburan secara beramai-ramai yang diiringi oleh gamelan dan kidung suci serta diikuti oleh seluruh keluarga, kerabat serta masyarakat.

0026 IMG_3666

Pengantaran jenasah ke kuburan

Setelah tiba di kuburan, peti jenasah diletakkan pada tempat pembakaran jenasah yang terbuat dari tumpukan batang pohon pisang, dan sebelumnya diawali dengan doa (mantra-mantra) dari Ida Pandita. Kemudian jenasahpun dibakar.

0036 IMG_3721

Proses pembakaran jenasah

Jaman sekarang pembakaran jenasah utuh menjadi abu pada umumnya di Bali menggunakan 2 (dua) kompor minyak tanah, yang diletakkan pada bagian kepala dan kaki, serta memerlukan waktu 2 jam. Namun di Waingapu, pembakaran jenasah masih menggunakan kayu api, dan memerlukan waktu 3 jam.

Abu ini kemudian dikumpulkan dalam sebuah kelapa gading, namun di sini ditempatkan dalam sebuah tempat dari tanah liat. Kemudian abu ini dibuang (dilarung) ke laut, sebagai proses pengembalian ke alam semesta, karena laut sendiri disimbulkan sebagai alam semesta. Selanjutnya kami dari pihak keluarga menunggu waktu penyucian roh fase ke-2 yang disebut dengan Atma Wedana. Dan itu akan dilaksanakan secara kolektif pada bulan Agustus 2015 di Kabupaten Karangasem-Bali.

0043 IMG_3757

Abu jenasah yang dikumpulkan pada suatu tempat untuk siap di larung ke laut

0056 IMG_3815

Proses pembuangan abu ke laut (ngerarung)

Demikian secara singkat upacara pengabenan yang kami laksanakan terhadap almarhum Ayah Melati (ayah kami). Dan kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta berterima kasih kepada semua pihak yang begitu antusias membantu memberikan dorongan moril, pemikiran, materi, maupun tenaga hingga segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Semoga apa yang telah kita lakukan dan doakan bersama mampu memberikan yang terbaik kepada arwah almarhum, sehingga bisa diterima di sisi Tuhan (Amor Ring Achintya).

Om swargantu, moksantu, sunyantu, murcantu.

“Om ksama sampurnaya namah swaha.

12 Komentar leave one →
  1. 25/07/2015 8:37 pm

    Saya pernah lihat prosesi jenasah yang diusung beramai-ramai itu di lombok sini Bli. Proses yang ke-2 berarti sebentar lagi ya bli..

  2. 07/06/2015 7:41 am

    Dumogi Amor ring Acintya

  3. alysia permalink
    21/04/2015 10:44 pm

    Kami turut berbela sungkawa om..
    Semoga kluarga di berikan ketabahan.
    Salam

  4. 02/04/2015 12:42 pm

    Bli Putu dan Melati, kami sekeluarga menghaturkan rasa bela sungkawa, semoga kelg besar dikuatkan dan dihiburkan.
    Salam

  5. 30/03/2015 11:31 am

    Turut berduka cita ya Bli. Abunya dikumpulkan atau langsung masuk kedalam tempat itu Bli?

  6. dey permalink
    30/03/2015 8:43 am

    Semoga proses ke-2 nanti di bulan Agustus bisa selancar ini ya Bli ..

    Percaya sih kalau Melati & keluarga bisa iklas, pendamping spiritualnya ok😉

  7. 29/03/2015 9:57 pm

    Bli, aku juga turut berduka cita. Dengan jasadnya kembali ke alam semesta, semoga arwahnya bersemanyam di nirwana. Amin

    • 30/03/2015 5:44 am

      Makasi mbak, semoga apa yang kita panjatkan sesuai dengan apa yang manjadi harapan kita bersama. Amin

  8. 29/03/2015 9:32 pm

    Turut mengamini doa2nya..

    Pertama tama turut berduka cita ya buat Bli dan kel.
    Semoga Alm Ayah di terima disisiNya.

    Proses Ngaben, pembakaran jenazah membututuhkan waktu lumayan lama juga ya Bli

    • 30/03/2015 5:43 am

      Makasi Nchie, lumayan lama juga, tapi keikhlasan semua pihak sangat membantu mempercepat prosesnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: