Beranda > Cerita Anak > Sahabat Yang Berbeda

Sahabat Yang Berbeda

Terlihat dua orang anak laki-laki yang kelihatan bahagia. Berlari-lari di pinggir pantai. Tertawa dan bercanda berdua. Sesekali tangan mereka memilih kerang, meraup pasir dan berteriak kegirangan. Mereka adalah dua orang sahabat berbeda pulau. Fauzan dan Agastya.

Hembusan angin laut yang semilir serta deburan ombak yang menghempas bibir pantai membuat suasana sore hari di pantai Rening menjadi kesan tersendiri bagi mereka.

“Agas, awas! Airnya datang,” teriak Fauzan saat riak ombak menghampiri mereka. Agastya yang mendengar teriakan Fauzanpun berlari ke pinggir yang disusul oleh Fauzan.

“Hahaha, ternyata kamu takut juga ya Gas,” canda Fauzan. “Yee. Aku tidak takut kok! Cuman aku kaget saja mendengar teriakan ketakut kamu,” jawab Agastya nyengir. Fauzan tersenyum kecil mendengar jawaban Agastya. Ia duduk dan memainkan jari mungilnya di atas pasir. Fauzan-Agastya, demikian kalimat yang ia tuliskan.

Agastya tersenyum melihat apa yang dituliskan Fauzan. ”Kapan kita bertemu kembali, Fauzan?” tanya Agastya. Sesaat kemudian Fauzan berdiri, “Agas, kamu lihat pulau itu, meskipun berbatas laut, tetapi itu bukan menjadi halangan bagi kita untuk bertemu lagi,“ kata Fauzan kepada Agastya.

“Percayalah, Gas, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi. ” Agastya mengangguk, “Ya kita pasti akan bertemu lagi, dan kalau kemarin kita naik sepeda bersama, suatu saat kita akan naik motor bersama, kalau kemarin kita naik pohon kamboja berdua, suatu saat akan naik pesawat berdua juga,” jawab Agastya.

“Haha, bener itu Gas, kita akan naik pesawat berdua. Mulai sekarang, kita harus menabung, supaya mempunyai uang yang banyak dan bisa dipakai untuk jalan-jalan berdua,” jelas Fauzan.

***

Pesawat yang ditumpangi Fauzan dan keluarga telah berlalu. Agastya terdiam. “Ayo Gas kita pulang!” ajak ayahnya. Agastya tidak menjawab, ia masih terdiam, mengenang kisah singkatnya dengan Fauzan. “Udah, jangan sedih begitu, nanti kamu pasti ketemu lagi sama Fauzan, kok,” bujuk ayahnya.

Sepanjang perjalanan pulang, Agastya lebih banyak diam. Rasa kantuk tidak mampu membuatnya tertidur. Ia terus memegangi boneka ninja yang diberikan oleh Fauzan. “Fauzan, boneka ini adalah kenangan indahmu, dan ketika aku besar nanti, aku akan bermain boneka ini bersamamu,” bisik Agastya.

0011 fb IMG_9958

*Pantai Rening: Salah satu pantai yang ada di Kabupaten Jembrana, Bali.

Iklan
  1. 11/03/2016 pukul 10:51 am

    I’m smiling while reading this post.

  2. 03/12/2014 pukul 6:38 pm

    Persaudaraan yang Indah, Fauzan dan Agas selamat bertumbuh bersama ya Nak…
    Hayoo berdua budhe tunggu di Salatiga
    Suksma Bli selalu berbagi tulusnya persaudaraan, semakin banyak sahabat yang rindu ke Jembrana

  3. dey
    03/12/2014 pukul 7:55 am

    Duh..duh..duh, ceritanya bikin berkaca2 si Ibu … hehehe.

    Yang di sana meluk boneka ninja, yang di sini ngga mau lepas dari robot buzz lightyear-nya 😉

    Amin, semoga kesampaian ketemu lagi ya. Naik pesawat berdua, jadi pilot pesawat tempur .. hihihi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: