Skip to content

Bahagia Itu Sederhana

24/11/2014

Pagi yang dingin dan sepekat embun menyapaku. Tak sedikit pun menyurutkan semangatku menyambut pagi, “Bagaimana anak-anak, sudah siap?” suara ayah mengingatkan kami. “Sudah yah !” jawabku bersemangat. Liburan kali ini sedikit berbeda, ayah sengaja mengambil cuti untuk mengajak kami jalan-jalan.

Bedugul dan Tanah Lot menjadi pilihan, karena itu sebanding dengan hobi ayah yang suka memotret.

“Anak-anak, kita ke Bedugul dulu yah, pulangnya baru ke Tanah Lot, menikmati sunset,” terang ayah.

Setelah dua jam berlalu meninggalkan Bumi Mekepung, sebutan kota kecil kami, ayah meminggirkan kendaraan dan berhenti di pinggir jalan. “Ayo, kita istirahat dulu, nanti kalau sudah segar, kita lanjutkan perjalanan!” seru ayah. Ayah sangat paham, kalau perjalanan jauh terkadang membuat ibu, aku dan adik sedikit pusing.

Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan. “Kak, asyik ya, jalannya berkelak-kelok, seperti main game!” seru adikku kegirangan. Sambil memperagakan aksi mengendarai mobil, dengan suara menderu dari bibirnya.

“Hahaha, kamu tuh yah, keseringan main game gitu dah,” jawabku sambil mengelus kepala adikku.

Satu jam kemudian kami tiba di Bedugul. Obyek wisata yang berada di Kabupaten Tabanan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Baik keluarga maupun rombongan. Dan kamipun larut dalam menikmati panorama alam yang begitu sejuk dan indah.

***

Ketika ayah sibuk mengarahkan kami untuk bergaya pada salah satu kawasan di Bedugul, seorang bapak mendekat. “Permisi pak, di sini tidak boleh memotret!” kata bapak berbaju hitam. “Maaf memangnya kenapa pak? Kok tidak boleh?” tanya ayah.

“Ya, memang tidak boleh pak, kalau bapak mau motret, bapak dikenakan biaya, atau kalau bapak berkenan, nanti tukang foto kami yang akan membantu bapak, biar sama-sama jalan,” terang bapak tersebut.

“Oo begitu! Baiklah, tolong antarkan saya ke pihak pengelola di sini, atau siapa yang bertanggung jawab di sini,” pinta ayah. “Maaf pak, pengelolanya sedang keluar, dan tidak berada ditempat,” jawab bapak berbaju hitam.

“Mm, kalau begitu, kita ke pos keamanan terdekat saja, kita bicara di sana,” ajak ayah. Wajah si bapak berbaju hitam itu sedikit mengkerut, akhirnya ia mengijinkan ayah memotret. “Ya, sudahlah pak, kalau begitu bapak silahkan memotret, biar kami yang menyampaikan ke petugasnya,” jawabnya sambil berlalu pergi.

Ayah tersenyum. Ayah paham kalau bapak itu sengaja hendak memperdaya kami yang ujung-ujungnya ingin memalak. Ayah pun melanjutkan sesi pemotretan kami.

***

Saat Matahari beranjak ke peraduan senja dan langit berwarna kemerahan. Kami telah berada di Tanah Lot. Orang-orang menikmati senja dengan caranya berbeda. Beberapa tourist manca negara berbicara dengan bahasanya sendiri, yang aku tidak mengerti. Aku, ibu dan adik duduk di salah satu batu karang, tidak jauh dari tempat ayah yang sibuk mengabadikan senja.

Kutatap langit dengan warnanya yang begitu mempesona. Membawa ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa. Teriakan ayah yang sukses memotret senja, canda ibu dan adikku di antara desiran angin, membuatku enggan untuk beranjak.

Tak lama, orang-orang penikmat senja mulai berlalu. Begitu juga kami, meninggalkan senja yang tertidur dalam peraduan malam, yang memberikan kisah penuh warna. Aku begitu bersyukur karena bahagia itu sederhana, seperti ayah memotret keindahan alam, seperti aku yang memandang senja, dan seperti kami yang berlibur bersama.🙂

12 Komentar leave one →
  1. 01/12/2014 8:39 pm

    sukaaaa….🙂

  2. 29/11/2014 2:54 pm

    karena kadang bahagia itu sangat sederhana ya🙂

    • 02/12/2014 10:42 pm

      dan karena kita mengejar bahagia, jadi iapun akan bisa menjadi sulit…🙂

  3. 25/11/2014 9:38 pm

    Suksma Cyntia, bahagia merasuk bersama Ayah Ibu dan Agastya ya
    Top Bli….

  4. 25/11/2014 12:18 pm

    Bahagia sederhana yang komplit.

  5. 25/11/2014 11:46 am

    wuis…bahagia yg sederhana ya

  6. 25/11/2014 8:51 am

    Yang nulis siapaaa … kok bisa ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: