Bila Rasa Berkata

Tidak terasa sudah masuk bulan ke- 11 ditahun ini. Banyak hari yang terlewatkan di bulan lalu untuk sekedar memainkan jari di atas keyboard mengisi lembar-lembar cerita di blog sederhana ini. Dan minta maaf kepada para sahabat atas keterlambatan kami membalas setiap komentarnya. Kalau dibilang terlalu sibuk mungkin sedikit berlebihan, tetapi pada kenyataannya adalah demikian πŸ™‚

Bulan Oktober tahun ini adalah hal yang luar biasa buat kami. Karena bulan Oktober mulai dari minggu pertama hingga minggu ke-4, lima dari keponakan kami menikah. Dan lumayan, sedikit kerepotan mengatur jadwal ijin di tempat kerja πŸ˜†

Menikah bukanlah semata-mata urusan pribadi seseorang, namun menikah adalah suatu perbuatan suci. Dalam pelaksanaannya ada suatu rangkaian ritual spriritual. Seorang lelaki dan seorang wanita bersumpah untuk hidup bersama, disaksikan dan direstui oleh kedua orang tua/kerabat, diberkati dengan lantunan doa/mantra dari orang suci, serta dicatat/disyahkan secara adat maupun nasional.

Dalam prosesinya akan ada air mata (bahagia, terharu) dari orang tua yang mengalir. Dan itu, saya rasakan sendiri. Melihat salah satu keponakan kami dipersunting oleh pihak laki-laki, ada rasa yang sulit untuk diucapkan. Karena keponakan yang satu ini sangat dekat dan manja dengan kami. Ini baru keponakan, bagaimana kelak anak perempuan kami? Itulah pertanyaan yang terjadi.

Begitulah, sebagai orang tua, kami harus siap, karena cinta orang tua kepada anak adalah cinta sejati. Sebab cinta yang kita berikan kepada mereka adalah memberi kebebasan bukan mengikatnya, karena kita sangat yakin, bahwa mereka akan mendapatkan kebahagiaan dari Tuhan.

Selamat menempuh hidup baru para keponakanku, karena kodrat setiap pria dan wanita mempunyai naluri untuk saling mencintai dan saling membutuhkan. Wanita diciptakan untuk menjadi ibu dan laki-laki diciptakan untuk menjadi ayah. Dan ketika telah diikat dalam suatu perkawinan, hendaklah setia sampai mati, jangan pernah jemu berusaha untuk tidak bercerai karena itu adalah hukum tertinggi sebagai suami dan istri.

002_fb_IMG_9207[1]

Iklan