Beranda > Kehidupan > Perjalanan Ke Pura Pusering Jagat

Perjalanan Ke Pura Pusering Jagat

Dalam suatu pengelanaan spiritual, saya berkesempatan mampir di rumah Bli Wayan, Tabanan, Sabtu (5/7). Menginap satu malam sambil menikmati sajian seni budaya tarian barong, yang kebetulan dipertunjukkan pada acara piodalan di Pura Saren Gong, Kerambitan, menambah seteguk pembelajaran tentang arti kehidupan.

Keesokan harinya (6/7) saya dan Bli Wayan melanjutkan perjalanan menuju Pura Pusering Jagat. Salah satu pura di Bali yang diyakini sebagai pusat semesta tempat bersemayamnya (sthana) Dewa Siwa.

Dalam suasana hening dan damai, ada kesadaran realitas yang saya alami. Semakin banyak kita untuk belajar, teramat sedikit yang kita mengerti tentang kehidupan itu sendiri. Alih-alih ingin menguasai samudra pengetahuan, ternyata ia membentang tanpa batas, dan pengetahuan saya hanya setetes dari samudra itu sendiri.

Rasa dahaga akan suatu pengetahuan seakan tak pernah pudar, bahkan semakin menguat untuk mempelajarinya. Tak heran, saat kita merenung dan menemukan suatu moment kehidupan, tak ubahnya itu adalah pembelajar untuk membuka suatu kesadaran baru. Okelah, biar tidak terlalu serius, saya bagikan saja beberapa foto saat pengelanaan spiritual 🙂

0018 Barong Dance FB IMG_2105

Pertunjukan Tari Barong Di Pura Saren Gong, Kerambitan,Tabanan

001 Gerbang FB IMG_2229

Gerbang Masuk Pura Pusering Jagat, Pejeng, Gianyar

004 FB IMG_2244

Narsis Bersama Bli Wayan, Seorang Ibu dari Solo serta Kadek (anak Bli Wayan)

Iklan
  1. 21/07/2014 pukul 4:08 pm

    Rasa dahaga akan pengetahuan harus selalu dipelihara, karena itu yang membuat kita maju. Bukan begitu, Bli?

  2. 19/07/2014 pukul 10:43 pm

    fotonya bagus, Bli. Apalagi yang paling atas, tuh 🙂

    • 20/07/2014 pukul 8:34 pm

      foto yang atas yach..susah juga motretnya tuh..harus senggol-senggolan xixixxi

  3. 16/07/2014 pukul 2:50 pm

    Wow .. gambarnya bli, cantik sekali 🙂

  4. 15/07/2014 pukul 11:28 pm

    Tetep dapat pengalaman lah, yes. 😀
    Apalagi buat saya, yang belum pernah ke pura itu, Om. . .

    Fotonya apik banget, Master. .

  5. 15/07/2014 pukul 12:00 pm

    suka Fotonya narsisnya Bli,,,Foto tarian Barongnya juga ciamik bgt

    • 15/07/2014 pukul 7:35 pm

      hahahahahah sesekali tukang foto pingin di foto jug mbak hahahah

  6. 15/07/2014 pukul 12:56 am

    sama pertanyaannya sepeerti ibu dey, bebas masuk gak kesana Bli?

    • 15/07/2014 pukul 7:35 pm

      Kalau pertunjukannya di dalam ngak bisa mbak..karena harus pakaian adat..tapi kalau di luar..ya itu seperti yang saya urai di komen mbak dey 🙂

  7. dey
    12/07/2014 pukul 10:26 pm

    Perjalanan ke Timur mencari Kitab Suci .. hehehe

    Semua orang bisa lihat pertunjukkan tari di Pura atau mereka yang sembahyang aja ?
    Kalau aku ngga boleh masuk ke dalam kan ?

    • 15/07/2014 pukul 7:34 pm

      untuk tarian….kebetulan tarian barong di pertunjukkan di luar mbak…(di jalan raya) sehingga terjadi penutupan jalan dan siapa saja boleh nonton dan memotret

  8. 12/07/2014 pukul 9:39 pm

    Semakin diri tak berarti di pura pusering jagad nggih Bli.
    Rol di foto ke 2 makin menambah keagungan ibadah di pura.
    Aha narsis 3 generasi nih Bli.
    Salam

    • 15/07/2014 pukul 7:33 pm

      Hihihi ngak di sangka juga mbak..bisa dapat 3 generasi hahaha

  9. 12/07/2014 pukul 9:54 am

    semoga nanti bisa sembahyang ke sana juga bli… 🙂
    pernah denger nama puranya, tapi belum pernah ke sana. :mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: