Beranda > Informasi > Kita Memerlukan Agro Wisata

Kita Memerlukan Agro Wisata

Di Bali, kita mengenal istilah Subak. Suatu bentuk organisasi kemasyarakatan yang mengatur sistem pengairan (irigasi) di Bali. Selain disebut sebagai pulau Dewata maupun pulau Seribu Pura, Bali juga terkenal dengan istilah pulau Agraris. Dan sektor pertanian merupakan salah satu penopang kehidupan masyarakat bali dengan budaya subaknya.

Seiring perkembangan, sektor pertanian mulai ditinggalkan oleh generasi berikutnya. Beberapa masyarakat Bali mengadu nasib dibidang pariwisata. Pembangunan hotel kian tak terbendung, vila vila bermunculan bak jamur di musim hujan. Restoran serta alih fungsi lahan pertanian ke perumahan menjadi tren masa kini. Sehingga menaikkan harga jual tanah di kawasan tersebut. Dampaknya, banyak investor yang berani membeli dengan harga tinggi, dan petani mulai menjual lahannya.

Jika kondisi seperti ini terus terjadi, mungkinkah pariwisata bali akan mati? Karena dengan matinya pertanian, secara tidak langsung budaya masyarakat bali akan terkikis, lalu apa yang akan dikunjungi wisatawan ke Bali? Hotelkah?

Sudah saatnya kita memerlukan agro wisata dan salah satunya adalah dengan tetap melestarikan budaya subak. Sebagai bentuk manefestasi konsep kesadaran bahwa manusia harus senantiasa menjaga harmonisasi antara manusia dan Tuhan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Jangan mudah tergiur dengan harga yang wah, pada akhirnya akan habis dan menyisakan derita. Jepret sawah yang ada saja yuk!

002 IG IMG_2434

Sawah di Jembrana, bagaimana dengan sawah di daerah sahabat?

Iklan
Kategori:Informasi Tag:, , , ,
  1. 21/07/2014 pukul 4:14 pm

    Di Jakarta sudah gak ada sawah, Bli 😦
    Eh ngomong-ngomong kapan nih mau ke Jakarta? Ditunggu lho . . .

    • 25/07/2014 pukul 10:17 am

      Hihihi padahal udah ngebet nich mau ke Jakarta..nunggu Jaldisnya Om..belum turun2 hahahaha

  2. 11/07/2014 pukul 6:39 pm

    eloknya sawah berjenjang tangga kahyangan…..semoga banyak pihak yang menangkap keelokan (fisik) dan batin dari sawah ini. Suksma Bli tuk postingan menyejukkan ini.

  3. dey
    10/07/2014 pukul 11:58 am

    Yes, bisa komen ya. Ternyata harus ganti browser buat komen di sini.

  4. dey
    10/07/2014 pukul 11:57 am

    Tempatku udah ngga ada sawah, berubah jadi perumahan mewah. hiks.

    Hampir sama dengan di tempatku Bli, lahan pertanian, bukit penuh pohon, berubah jadi tempat wisata, villa, dll. Meski konsep tempat wisatanya kembali ke alam, buatku ya tetep ada beda suasananya.

    • 25/07/2014 pukul 10:16 am

      Hihihi memang sulit mbak yach..harus dicarikan solusi bersama ini tentang alokasi Villa dll

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: