Berbagi: Cara Memotret Pertunjukan Panggung

Hampir sebagian besar pertunjukan panggung, seperti tari-tarian misalnya, dilaksanakan pada malam hari atau dalam suatu gedung. Pencahayaan yang minim, warna-warni lampu dan berdesakan dengan penonton adalah tantangan tersendiri bagi kegiatan dokumentasi foto.

Dan memotret pertunjukan panggung tidak serta merta kita fokus pada jenis tontonan yang disajikan. Adakalanya juga kita menjelajah ke belakang panggung mencari cerita sebelum pertunjukan.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memotret pertunjukan panggung yang minim cahaya

  • Pemilihan mode pada kamera. Ada dua pilihan metoda cahaya saat memotret panggung. Bisa menggunakan TV atau Manual. Secara umum dianjurkan untuk menggunakan modus TV, agar segala perubahan cahaya bisa diatur oleh kamera bukan kita sebagai tukang foto, meskipun saya lebih suka menggunakan manual 😆
  • Pemilihan ISO  dan bukaan besar. Gunakan ISO yang besar minimal 800, dan sebaiknya menggunakan bukaan besar (angka F kecil). Untuk motret panggung saya lebih dominan menggunakan lensa jenis tele. Namun ada kalanya saya nekad menggunakan lensa Fix 85 mm F1.8 USM. Tergantung situasi panggung dan ada tempat memposisikan diri. Alasannya biar dapat bukaan F1.8-F2 dan eksposure time 1/80 sampai 1/100, sehingga fokus foto terjaga.
  • Pengaturan WB (white balance). Dalam pengaturan WB saya rasa tidak ada hal yang baku, sesuai kondisi warna-warni cahaya panggung pada saat itu. Anda bisa melakukan eksperimen beberapa kali jepretan untuk menghasilkan foto sesuai keinginan, atau jika kesulitan, pakai saja WB auto dengan variasi WB shift/Braket.
  • Pergunakan Format RAW. Meskipun memerlukan memory yang besar, format RAW sangat dianjurkan. Dengan format RAW kita bisa mengolah kembali hasil jepretan di komputer (ekposure,contrast,vibrance,saturation) dan hampir sebagian besar foto panggung memerlukan post processing di komputer agar tampil lebih sempurna.
  • Usahakan jangan menggunakan Flash. Dalam memotret panggung pertunjukan, sebisa mungkin saya tidak menggunakan flash, sehingga naturan dan mood lighting lebih berasa. Selain itu untuk membiasakan diri, jika suatu ketika kita tidak diperkenankan mempergunakan flash oleh panitia, karena alasan tertentu.

Oke. Segitu saya yang dapat saya bagikan kepada sahabat semua. Memotret memerlukan latihan yang berulang, untuk melatih kepekaan terhadap situasi pada saat itu. Salam KLIK! Dan Jepret terus 😆

Saya bagikan beberapa foto yang saya jepret saat uji coba Duta Kab. Jembrana, Sabtu, 21 Juni 2014 menuju Pesta Kesenian Bali XXXVI di Denpasar.

Aktivitas Penari Di Belakang Panggung

Aktivitas Penari Di Belakang Panggung

002FB IMG_1346

Agem Tari Nelayan (Murid SMPN 1 Negara)

003FB IMG_1340

Agem Dan Sorotan Mata Penari (SMPN 1 Negara)

004 FB IMG_1380

Salah Satu Lenongan Dewasa

Iklan