Skip to content

Berbagi: Cara Memotret Pertunjukan Panggung

23/06/2014

Hampir sebagian besar pertunjukan panggung, seperti tari-tarian misalnya, dilaksanakan pada malam hari atau dalam suatu gedung. Pencahayaan yang minim, warna-warni lampu dan berdesakan dengan penonton adalah tantangan tersendiri bagi kegiatan dokumentasi foto.

Dan memotret pertunjukan panggung tidak serta merta kita fokus pada jenis tontonan yang disajikan. Adakalanya juga kita menjelajah ke belakang panggung mencari cerita sebelum pertunjukan.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memotret pertunjukan panggung yang minim cahaya

  • Pemilihan mode pada kamera. Ada dua pilihan metoda cahaya saat memotret panggung. Bisa menggunakan TV atau Manual. Secara umum dianjurkan untuk menggunakan modus TV, agar segala perubahan cahaya bisa diatur oleh kamera bukan kita sebagai tukang foto, meskipun saya lebih suka menggunakan manual😆
  • Pemilihan ISO  dan bukaan besar. Gunakan ISO yang besar minimal 800, dan sebaiknya menggunakan bukaan besar (angka F kecil). Untuk motret panggung saya lebih dominan menggunakan lensa jenis tele. Namun ada kalanya saya nekad menggunakan lensa Fix 85 mm F1.8 USM. Tergantung situasi panggung dan ada tempat memposisikan diri. Alasannya biar dapat bukaan F1.8-F2 dan eksposure time 1/80 sampai 1/100, sehingga fokus foto terjaga.
  • Pengaturan WB (white balance). Dalam pengaturan WB saya rasa tidak ada hal yang baku, sesuai kondisi warna-warni cahaya panggung pada saat itu. Anda bisa melakukan eksperimen beberapa kali jepretan untuk menghasilkan foto sesuai keinginan, atau jika kesulitan, pakai saja WB auto dengan variasi WB shift/Braket.
  • Pergunakan Format RAW. Meskipun memerlukan memory yang besar, format RAW sangat dianjurkan. Dengan format RAW kita bisa mengolah kembali hasil jepretan di komputer (ekposure,contrast,vibrance,saturation) dan hampir sebagian besar foto panggung memerlukan post processing di komputer agar tampil lebih sempurna.
  • Usahakan jangan menggunakan Flash. Dalam memotret panggung pertunjukan, sebisa mungkin saya tidak menggunakan flash, sehingga naturan dan mood lighting lebih berasa. Selain itu untuk membiasakan diri, jika suatu ketika kita tidak diperkenankan mempergunakan flash oleh panitia, karena alasan tertentu.

Oke. Segitu saya yang dapat saya bagikan kepada sahabat semua. Memotret memerlukan latihan yang berulang, untuk melatih kepekaan terhadap situasi pada saat itu. Salam KLIK! Dan Jepret terus😆

Saya bagikan beberapa foto yang saya jepret saat uji coba Duta Kab. Jembrana, Sabtu, 21 Juni 2014 menuju Pesta Kesenian Bali XXXVI di Denpasar.

Aktivitas Penari Di Belakang Panggung

Aktivitas Penari Di Belakang Panggung

002FB IMG_1346

Agem Tari Nelayan (Murid SMPN 1 Negara)

003FB IMG_1340

Agem Dan Sorotan Mata Penari (SMPN 1 Negara)

004 FB IMG_1380

Salah Satu Lenongan Dewasa

16 Komentar leave one →
  1. 30/06/2014 10:18 am

    Tips-nya mantap Bli. Dan memang betul, untuk memotret pertunjukan urat malu harus dibuang sebagian selain juga sebaiknya kita memahami jalannya pertunjukkan dengan baik itu sehingga bisa memperoleh moment-moment yang menarik

    • 02/07/2014 1:01 pm

      Tips pribadi saja om ..otodidak hahahah..bener2 urat malunya harus di putus

  2. 29/06/2014 9:33 pm

    Menyerah duluan untuk memotret pertunjukan panggung nih Bli, belum bisa mengantisipasi kecepatan gerakan maupun permainan cahayanya.
    Menikmati keelokan foto karya Bli saja, duh gerak tubuh-ekspresi-serta eloknya busana terekam seimbang.
    Suksma Bli, berbagi keelokan pertunjukan panggung

  3. 24/06/2014 12:50 pm

    hadeuhhh .. teori, ajarin dengan cara langsung praktek aja Bli …😀

  4. 24/06/2014 9:27 am

    Huuuaaaa…berat badan kita kayaknya beda-beda tipis, Bli…minumnya nyaris 3 liter per hari nih!😛

    • 24/06/2014 9:53 am

      ia mbak…saya jarang minum lagi..duh..kalau kebanyakan kadang mau muntah..sehabis minum harus ada camilan yang dikunyah, kalau ngak gitu..hadehhh muntah mbak

  5. 24/06/2014 8:02 am

    Ih, susah nih kayaknya, Bli…karena obyeknya bergerak, tata lampunya juga pasti kompleks, motret yang begini ini pasti perlu teknik dan kesabaran ekstra.
    Salut buat Bli Budi…😀

    • 24/06/2014 9:52 am

      Di sini harus sabar tingkat tinggi dan urat malunya harus hilang sebagian hahahah

  6. 24/06/2014 2:29 am

    nyimak dulu sambil ngumpulin duit buat beli kamera

  7. 24/06/2014 1:45 am

    fotonya keren-kereeen…aku suka paka TV Bli..kalau manual bribet hehehe :)…makasih untuk tipsnya..

    • 24/06/2014 9:50 am

      Pilihan bijak..daripada ngak dapat gmbar karena sibuk ngurus manual kan? kalau mau seting manual sebelum tampil bisa dicoba-coba hehehe

  8. 24/06/2014 12:33 am

    sy menyimak aja dulu, Bli. Terima kasih buat tipsnya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: