Penyeimbang Harga Diri

Setiap orang pasti mempunyai harga diri atau dalam bahasa sononya Self-Esteem, dan itu merupakan suatu tanda kedewasaan. Kita akan berusaha menakar sejauh mana penilaian terhadap diri tentang kemampuan, kopetensi, keberartian dalam suatu lingkungan, untuk bisa dihormati. Dan sudah barang tentu setiap orang tidak akan senang jika direndahkan oleh orang lain.

Namun ketika seseorang mempunyai harga diri yang berlebihan dan meminta untuk selalu dihargai tinggi-tinggi, timbullah suatu kesombongan. Ia akan merasa diri paling pintar, paling hebat, paling super dan segalanya. Ia bahkan lupa, kalau orang lain juga mempunyai harga diri. Sangatlah sulit berharap untuk dihargai tinggi-tingi dalam setiap waktu. Kita memerlukan penyeimbang yang disebut dengan rendah hati.

Hampir sama halnya dengan suatu kepintaran. Ia juga memerlukan penyeimbang yang disebut kebijaksanaan. Tanpa kebijaksanaan, kepintaran akan mengukur segala sesuatunya dan terjadi penolakan-penolakan, bahkan kerap kali menimbulkan kekecewaan. Yang penting kita lakukan yang terbaik biarlah orang lain yang akan menilainya. “Do Ngaden Awak Bise, Depang Anake Ngadanin.” (Jangan merasa diri paling bisa, biarlah orang lain yang menilai).

Iklan