Dari Tawur Agung Hingga Parade Ogoh-ogoh

Setelah Melasti, rangkaian hari Raya Nyepi dilanjutkan dengan Tawur Agung Kesanga (sehari sebelum Nyepi). Upacara dilaksanakan di persimpangan utama masing-masing kabupaten yang ada di Bali. Untuk Kabupaten Jembrana, Tawur Agung Kesanga menyambut tahun baru Saka 1936, dipusatkan di Simpang Pengadilan, Minggu (30/3). Upacara dilaksanakan dengan tingkatan Manca Kelud dan dipuput oleh 5 sulinggih (Sarwa Sadhaka).

004

Para Sulinggih yang memimpin Upacara Pecaruan

003

Prosesi Pecaruan (Pengelebar)

Seperti biasa, setelah melakukan persembahyangan dan pecaruan, prosesi ritual/spiritual dilanjutkan dengan pementasan tari Barong dan Rangda. Para Bhuta Kala ini diibaratkan memakan sesajen yang telah selesai dipergunakan dan merusaknya. Hal ini mengandung makna, agar pada saat perayaan hari Raya Nyepi, para Bhuta Kala tidak lagi mengganggu umat.

006

Rangda dan Barong merusak sesajen, simbul upacara Pecaruan telah selesai

Sore hari, dilanjutkan dengan parade ogoh-ogoh perwakilan dari masing-masing kecamatan. Dari hasil seleksi, terdapat 15 perserta parade ogoh-ogoh yang siap meramaikan perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1936. Kegiatan hunting dan parade ogoh-ogoh semakin heboh ketika hujan mulai mengguyur sehingga tidak semua ogoh-ogoh berhasil saya jepret  😆

001

Salah Satu Perserta Parade Ogoh-ogoh, Patih Marica yang menyamar jadi seekor Kijang dan di panah oleh Laksmana

002

Parade Ogoh-ogoh, Dua Bhuta Kala memperebutkan sesajen di Sanggah Cerukcuk

Iklan