Beranda > Kisah > Untukmu Ayah

Untukmu Ayah

Ayah. Aku mengerti keberadaanmu sering kali dikalahkan oleh ibu. Tak ada hari-hari untuk mengenang jasamu, namun itu bukanlah suatu halangan untuk menghargai setiap butiran keringatmu. Dan aku masih percaya, Ayah adalah pelindung keluarga.

Selalu ayah pergi dengan tangan kosong, dan selalu pula ayah kembali dengan segenggam kasih. Memberikan kecerian bagi cucumu. Meskipun itu hanya satu atau dua potong kue “lungsuran yadnya” yang ayah pimpin, dalam menghaturkan doa untuk sebuah harapan.

Ayah, beribu kasih dan nasehat telah kau berikan, hingga kulitmu berkeriput termakan usia. Biarlah hari ini nafasku memeluk tentangmu. Agar ada senyum di ujung senja.

Lungsuran Yadnya = makanan sehabis persembahan kepada Tuhan yang didasari atas hati tulus dan ikhlas.

Saat Ayah Pulang Dari Pura

Saat Ayah Pulang Dari Pura

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, ,
  1. 17/02/2014 pukul 11:36 am

    Harusnya seimbang ya Bli penghargaan untuk ibu dan ayah

  2. 16/02/2014 pukul 10:08 pm

    Ayahpun menyimpan bangga syukur atas pencapaian putra dan cucu
    Ayah dan ibu saling melengkapi dalam membangun kehangatan keluarga.
    Kosakata lungsuran bhs Bali senada maknanya dengan lungsuran bhs Jawa
    Salam

  3. 16/02/2014 pukul 2:28 pm

    Ahh . . . jadi membangkitkan rindu akan ayahku nih Bli

  4. 15/02/2014 pukul 11:44 pm

    Punya porsi masing-masing ayah dan ibu itu ya bli. Lungsuran yadnya semacam makanan syukuran gt ya bli?

  5. 15/02/2014 pukul 9:32 am

    yang di tangan ayah itu lungsuran yadnya ?
    ayah dan ibu perannya kurasa nggak bisa dibanding2in deh, nggak ada salah satu yang lebih berperan membesarkan anaknya, masing2 punya porsinya sendiri

    • 17/02/2014 pukul 7:53 pm

      Ia mbak yang ditangan itu dah lungsurannya 🙂 habis ngak pernah ada hari Bapak 🙂

  6. dey
    15/02/2014 pukul 8:32 am

    Ayah & ibu punya peran yg sama untuk anaknya ya Bli, menyimpan banyak kenangan juga.

    Kue buat Agas ya, mau dong minta buat Fauzan 😀

    • 17/02/2014 pukul 7:52 pm

      Nanti kalau Fauzan ke Jembrana yach…hihi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: