Untukmu Ayah

Ayah. Aku mengerti keberadaanmu sering kali dikalahkan oleh ibu. Tak ada hari-hari untuk mengenang jasamu, namun itu bukanlah suatu halangan untuk menghargai setiap butiran keringatmu. Dan aku masih percaya, Ayah adalah pelindung keluarga.

Selalu ayah pergi dengan tangan kosong, dan selalu pula ayah kembali dengan segenggam kasih. Memberikan kecerian bagi cucumu. Meskipun itu hanya satu atau dua potong kue “lungsuran yadnya” yang ayah pimpin, dalam menghaturkan doa untuk sebuah harapan.

Ayah, beribu kasih dan nasehat telah kau berikan, hingga kulitmu berkeriput termakan usia. Biarlah hari ini nafasku memeluk tentangmu. Agar ada senyum di ujung senja.

Lungsuran Yadnya = makanan sehabis persembahan kepada Tuhan yang didasari atas hati tulus dan ikhlas.

Saat Ayah Pulang Dari Pura

Saat Ayah Pulang Dari Pura

Iklan