Skip to content

Biru Yang Merindu

15/02/2014
tags: , , ,

001 Tunjung FB IMG_4322

Apakah aku egois? Tidakkah aku berlebihan? Biru tak bergeming, ia resah dengan keputusan. Semuanya terlihat begitu sederhana. Namun kesederhanaan telah membuat gumpalan air yang telah mengering di tepi penglihatan Biru. Mengaburkan. Dan saat rindu merajah, Biru terduduk, mendesah dengan senyum penuh luka.

13 Komentar leave one →
  1. 01/03/2014 11:09 am

    Reblogged this on primaputrie.

  2. 18/02/2014 8:00 pm

    masih kaya dulu tulisan nya… dree selalu suka..

  3. 17/02/2014 11:39 am

    biru keunguan kayanya🙂

  4. 16/02/2014 10:03 pm

    Tunjung biru nan indah……
    haru biru dengan puisi pilunya, untaian katanya indah banget
    Salam

  5. 16/02/2014 2:24 pm

    Kata-katanya pas banget dengan fotonya yang bagus

  6. 16/02/2014 8:34 am

    teratai biru ini banyak banget di pura ya bli.
    sering banget ketemu teratai ini.🙂

  7. 15/02/2014 5:06 pm

    “Dan saat rindu merajah, Biru terduduk, mendesah dengan senyum penuh luka.” <– aah… dan maaf, bagiku ini bukan biru, ini ungu yang lain, hehe…

    • dey permalink
      15/02/2014 5:51 pm

      Antara ungu dan biru, tipis batasnya, hehehehe

      Tapi aku suka kata2nya😉

      • 15/02/2014 6:02 pm

        Hihihihii bener2 lebih dominan ungunya hahahahahh…cuman aku bilang itu tunjung biru hihihii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: