Kisah Awal Tahun

Malam itu, langit di kotaku nampak kelam. Hingga aku terbawa dalam nuansanya. Kuyakinkan diri tentang satu harapan. Hadirmu. Ya…hadirmu sangat aku inginkan seperti pada tahun kemarin. Tapi malam itu tetap saja sama, pendar bintang tak sanggup menepis tebalnya awan hitam di langit.

Waktu terus berjalan dan malam semakin kelam, bahkan mengundang butiran-butiran air dari langit untuk bercengkrama dengan bumi. Dalam kehampaan hati, aku terdiam, di antara doa dan senyum kemenangan teman-temanku.

Harum aroma bumi ternyata mengundang butiran itu semakin banyak. Terus…dan terus bertambah, hingga menggenangi sebagian tanah tempatku berpijak. Kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sudahlah. Mungkin malam ini aku nikmati tanpa hadirmu.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku lanjutkan perjalanan sesuai daftar kerjaku. Sungguh, dalam hening hampaku masih ada seberkas cahaya hingga aku menyelesaikan perjalanan dengan baik, bahkan setumpuk kata selamat menghampiriku.

Bangga. Ya..itu yang kurasa. Ada keinginan untuk aku tunjukkan pada semuanya, namun pesan ibu “Jangan merasa diri pintar, biarlah orang lain yang menilai.” Pesan sederhana yang mengingatkanku untuk tidak sombong, angkuh dan arogan.

Selamat Tahun Baru 2014, sambut harapan dan tantangan baru dengan karya nyata yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

000 Bunga Api FB

Iklan