Skip to content

Kisah Awal Tahun

01/01/2014
tags: , ,

Malam itu, langit di kotaku nampak kelam. Hingga aku terbawa dalam nuansanya. Kuyakinkan diri tentang satu harapan. Hadirmu. Ya…hadirmu sangat aku inginkan seperti pada tahun kemarin. Tapi malam itu tetap saja sama, pendar bintang tak sanggup menepis tebalnya awan hitam di langit.

Waktu terus berjalan dan malam semakin kelam, bahkan mengundang butiran-butiran air dari langit untuk bercengkrama dengan bumi. Dalam kehampaan hati, aku terdiam, di antara doa dan senyum kemenangan teman-temanku.

Harum aroma bumi ternyata mengundang butiran itu semakin banyak. Terus…dan terus bertambah, hingga menggenangi sebagian tanah tempatku berpijak. Kutarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sudahlah. Mungkin malam ini aku nikmati tanpa hadirmu.

Dengan sisa tenaga yang ada, aku lanjutkan perjalanan sesuai daftar kerjaku. Sungguh, dalam hening hampaku masih ada seberkas cahaya hingga aku menyelesaikan perjalanan dengan baik, bahkan setumpuk kata selamat menghampiriku.

Bangga. Ya..itu yang kurasa. Ada keinginan untuk aku tunjukkan pada semuanya, namun pesan ibu “Jangan merasa diri pintar, biarlah orang lain yang menilai.” Pesan sederhana yang mengingatkanku untuk tidak sombong, angkuh dan arogan.

Selamat Tahun Baru 2014, sambut harapan dan tantangan baru dengan karya nyata yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

000 Bunga Api FB

20 Komentar leave one →
  1. 12/01/2014 11:37 am

    Eh ternyata aku belum mengucapkan selamat tahun baru di sini 😳
    Selamat Tahun Baru, Bli, semoga tahun 2014 semakin cerah 🙂

  2. 06/01/2014 12:54 pm

    Di awal tahun adalah moment yang tepat untuk mengawali pijakan hati. Met tahun baru mas. salam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: