Beranda > Kisah > Cara Tradisional Masih Diminati Oleh Petani

Cara Tradisional Masih Diminati Oleh Petani

Seiring dengan perkembangan jaman, penggarapan lahan pertanian sudah banyak menggunakan alat teknologi seperti traktor. Dengan cara ini akan mempengaruhi produktifitas dan efesiansi suatu produk pertanian.

Namun demikian, beberapa tempat di Bali, cara-cara tradisional masih diminati oleh sebagian petani. Mereka masih menggunakan kerbau atau sapi untuk membajak sawah, tanpa menggunakan alat teknologi seperti mesin traktor.

Penggarapan lahan dengan cara tradisional oleh petani mungkin disebabkan oleh beberapa faktor seperti, (1) Petani yang tidak mempunyai dana untuk membeli mesin traktor, (2) Traktor tidak dapat menjangkau petakan sawah yang sempit, (3) Traktor tidak mampu melewati sungai atau daerah berbukit, (4) Petani tidak bisa mengoperasikan mesin traktor.

Mungkinkah cara-cara tradisional akan punah?

003 Nengale FB

Seorang Petani Masih Membajak Sawah Dengan Alat Tradisional

Petani wordpress

Semangat Tradisional

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, ,
  1. 12/12/2013 pukul 5:31 pm

    Mudah-mudahan cara tradisional seperti ini tidak punah, Bli. Bagaimanapun akan lebih menarik memotret petani membajak sawah dengan sapi atau kerbau dibanding dengan traktor bukan? πŸ™‚

  2. 11/12/2013 pukul 2:28 pm

    Pakai tenaga hewan lebih murah meriah bli. dan sekalian menghasilkan juga. jadi sekali jalan 2 sawah terlewati πŸ™‚

    • 11/12/2013 pukul 5:33 pm

      Hasil yang diinginkan juga sesuai yach …terima kasih dah mampir kawan

  3. 10/12/2013 pukul 4:55 pm

    Ada falsafah dalam ilmu cangkul dan bajak, Bli
    Sawah berjenjang Bali Barat selalu mengagumkan. Salam

    • 10/12/2013 pukul 6:39 pm

      Nah saya lupa mbak falsafahnya..tapi catatan kecilnya masih ada…hampir mirip kali ya dengan falsafah jawa πŸ™‚

  4. 10/12/2013 pukul 4:37 pm

    mudah-mudahan sih tidak punah ya Bli

    • 10/12/2013 pukul 6:38 pm

      Kalau sampai punah…tidak ada lagi soal begini mbak : “Kerbau digunakan pak Tani untuk?

  5. 10/12/2013 pukul 3:23 pm

    wow .. fotonya cantik sekali bli … aku kemarin sempetnya lihat pas panen ya, kebayang kalau bisa motret pas seperti di atas bli, bakalan nggak pergi pergi dari sawah πŸ˜›

    tergantung waktu mungkin ya bli ? πŸ™„

    • 10/12/2013 pukul 6:38 pm

      Sebetulnya waktu itu saya malas untuk beranjak mbak..namun teman saya yang hobinya beda..ngajak terus untuk jalan hehehe…bener mbak El menunggu waktu saja mbak yach

  6. dey
    10/12/2013 pukul 2:44 pm

    Kemarin waktu ke Yogya naik kereta, banyak pemandangan seperti ini Bli. Walau banyak juga sih yang sudah pakai traktor.

    • 10/12/2013 pukul 6:36 pm

      Trusss…bagi dong fotonya πŸ™‚

      • dey
        10/12/2013 pukul 7:00 pm

        Dapet foto sawahnya doang, yang sedang ngebajak ngga dapet. Maklum, ilmu memotretnya belum sehebat Bli, pun dengan kameranya πŸ˜€

        Makanya, kapan2 naik kereta api di Jawa yuk. Hunting dari atas kereta api itu asik juga lho.

        • 11/12/2013 pukul 6:38 am

          Wahhhhhh tantangan yang menarik nich…patut dicoba πŸ˜‰

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: