Potret Cinta Sang Fotografer

Angga, pemuda tampan penyuka dunia fotografi berdiri tegap di depan pintu kamar. “Angin… bisikkan pada mentari, pagi ini aku tidak ingin mengejarnya, Aku akan mengejar Kinanti, siluet hatiku,” ucap Angga sambil tersenyum.

Angga melajukan sepeda motor menuju tempat kost Kinanti. Ia ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini dipendamnya. “Kinantinya lagi pergi ke rumah Anita nak,” kata ibu kost kepada Angga. Angga terdiam, Akhirnya ia memutuskan menuju rumah Anita yang tidak lain adalah teman Kinanti.

Tidak jauh dari rumah Anita, Angga menghentikan motor. Dia melihat Kinanti bercanda sangat mesra dengan seorang laki-laki yang sering mengantar Kinanti saat pemotretan. Angga kira laki-laki itu adalah teman Kinanti, seperti yang sering Kinanti katakan. Namun Angga tidak menyadari pada kenyataannya, lelaki itu adalah pacar Kinanti.

Dengan perasaan yang sangat hancur, Angga berlalu pergi dan kembali ke tempat kost Kinanti. Ia meletakkan sebuah amplop di depan pintu kamar Kinanti.
”Kinanti… saat kulihat dirimu, kurasakan ada momen yang begitu indah, momen yang meletakkan bayanganmu pada fokus hatiku, namun aku terlalu penakut untuk merangkai simpul-simpul cinta, aku hanya mampu memanifestasikannya dalam sebuah karya foto,” bisik Angga.

Iklan