Beranda > Flash Fiction > Potret Cinta Sang Fotografer

Potret Cinta Sang Fotografer

Angga, pemuda tampan penyuka dunia fotografi berdiri tegap di depan pintu kamar. “Angin… bisikkan pada mentari, pagi ini aku tidak ingin mengejarnya, Aku akan mengejar Kinanti, siluet hatiku,” ucap Angga sambil tersenyum.

Angga melajukan sepeda motor menuju tempat kost Kinanti. Ia ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini dipendamnya. “Kinantinya lagi pergi ke rumah Anita nak,” kata ibu kost kepada Angga. Angga terdiam, Akhirnya ia memutuskan menuju rumah Anita yang tidak lain adalah teman Kinanti.

Tidak jauh dari rumah Anita, Angga menghentikan motor. Dia melihat Kinanti bercanda sangat mesra dengan seorang laki-laki yang sering mengantar Kinanti saat pemotretan. Angga kira laki-laki itu adalah teman Kinanti, seperti yang sering Kinanti katakan. Namun Angga tidak menyadari pada kenyataannya, lelaki itu adalah pacar Kinanti.

Dengan perasaan yang sangat hancur, Angga berlalu pergi dan kembali ke tempat kost Kinanti. Ia meletakkan sebuah amplop di depan pintu kamar Kinanti.
”Kinanti… saat kulihat dirimu, kurasakan ada momen yang begitu indah, momen yang meletakkan bayanganmu pada fokus hatiku, namun aku terlalu penakut untuk merangkai simpul-simpul cinta, aku hanya mampu memanifestasikannya dalam sebuah karya foto,” bisik Angga.

Iklan
  1. 18/01/2014 pukul 7:09 pm

    Sepertinya masih ada kelanjutan ceritanya nih ,, 😀

  2. Tina Latief
    20/11/2013 pukul 6:45 pm

    mas ini bahasa fotografer atau apa ya? hehe teka-teki nih..

    • 22/11/2013 pukul 9:56 am

      atau apa Tin? atau curahan hati kwkwkwkwkwk

      • Tina Latief
        22/11/2013 pukul 10:15 am

        Hahaha ya gitu dweh…

  3. 19/11/2013 pukul 5:45 pm

    hihihi…. dasar fotografer ya, sampe nulis pesan pun penuh dengan istilah fotografi.
    bener bener fotografer sejati

    • 22/11/2013 pukul 9:56 am

      xixixixi sejati ngak mbak..cuman menggabungkan ide saja hehehe

  4. 14/11/2013 pukul 9:33 pm

    Seniman serba bisa nih Bli. Menangkap cahaya melalui lensa, memburu mentari membekukan bayu, hingga merakit kata. Salam

    • 22/11/2013 pukul 9:55 am

      Huaaaaa mbak..ini iseng2 saja hihihii

  5. 13/11/2013 pukul 11:13 pm

    Pasti ada maksudnya kenapa Kinanti tidak jujur ke Angga bahwa lelaki itu adalah pacarnya. Kalo memang lelaki itu pacarnya mengapa Kinanti tidak bilang yg sebenarnya? Ah dasar si Angga ini kurang bernyali. Semua terlalu dipikir dulu. Bahwa lelaki itu adalah pacar Kinanti, hanya asumsi Angga saja. 👿

    • 14/11/2013 pukul 10:22 am

      Dan saya juga udah marahin si Angganya…udah suntik dengan doping juga biar berani hihihih

      • dey
        14/11/2013 pukul 11:12 am

        Asopppp, kenapa tampak emosi….. hihihihi

        • 19/11/2013 pukul 3:23 pm

          heheheh… asop mau nambahin ceritanya tu.. ^_^

  6. 13/11/2013 pukul 12:36 pm

    Lebih mudah menangkap gambar dari pada mengungkapkan cinta ya ..hehhehe

    • 14/11/2013 pukul 10:21 am

      hihihih karena gambar diam kali mbak yach hehehe

  7. 13/11/2013 pukul 12:35 pm

    Kasian, telat ya angga..Bagus bli

  8. 13/11/2013 pukul 12:20 pm

    ayo cepat diungkapkan jangan malu2 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: