Waktu Luang Untuk Menenun Dan Merajut

Ibu rumah tangga yang kreatif, biasanya tidak mau diam saja di rumah menunggu penghasilan setiap bulan yang diberikan oleh suami. Mereka akan berusaha mencari peluang kerja tanpa harus meninggalkan kewajiban utama sebagai seorang istri.

Seperti yang dilakukan oleh beberapa ibu-ibu Bhayangkari yang tergabung dalam kelompok tenun dan merajut “Kusuma Dewata” Kabupaten Jembrana, Bali.  Berbekal keterampilan menenun dan merajut, mereka mampu memberikan sedikit tambahan untuk ekonomi keluarga.

Selain itu, dengan keterampilan menenun, secara tidak langsung mereka telah melestarikan identitas kultural yang diwariskan secara turun temurun. Dan seiring perkembangan jaman, kain tenun dan rajutan bukan sekedar cinderamata saja, tetapi sudah berkembang ke ranah fashion yang berbasis budaya. Sehingga potensi produksi  kerajinan ini akan terus bertahan, karena mempunyai ciri spesifik yang bisa dijual.

000FB2

Ibu-ibu Kelompok “Kusuma Dewata”

000FB3

Salah Satu Penenun Kain Songket

000FB4

Hasil Rajutan Kelompok “Kusuma Dewata”

Iklan