Tiga Sahabat

Penikmat Senja FB

Sebut saja ada tiga orang sahabat yang tinggal di sebuah desa. Desa yang terletak di pinggiran pantai dengan mayoritas penduduknya mencari nafkah sebagai nelayan. Katakanlah nama dari tiga sahabat itu adalah nama populer saat saya masih SD. Budi, Andi dan Iwan. 😆

Pulang sekolah mereka hanya bermain di pantai. Berenang, mencari kerang, berjemur atau membantu mendorong perahu ketika orang tua mereka pergi melaut. Langkah kaki mungil mereka senantiasa terukir di pantai itu, menyisakan kisah anak pantai.

Suatu ketika Iwan duduk termenung di bebatuan pinggir pantai. Kedua tangannya memeluk lutut. sesekali ia menenggelamkan kepala di antara kedua lututnya sambil terisak.  Budi dan Andi yang sedari tadi asik bermain air, mendekati Iwan sahabatnya yang paling muda.

“Kamu kenapa Wan? Kok nangis?” tanya Budi.

“Ia Wan, hari ini aku liat kamu sedih banget, ada apa dik?” tanya Andi juga.

Iwan terdiam ia hanya menggeleng, sehingga membuat kedua sahabatnya cemas dan bertanya lagi.

“Ayo dong Wan, kamu cerita, kurang asyik kita main tanpa kamu,” bujuk Budi.

“Bapak Bang!” bisik Iwan perlahan.

“Bapak kamu kenapa Wan?”

“Semalam bapak tidak pulang dari melaut, aku takut bapak kenapa-kenapa bang,” jawab Iwan sambil terisak.

Budi sebagai yang tertua dari mereka bisa merasakan bagaimana perasaan Iwan saat itu. Ia duduk disebelah Iwan, sambil mengusap kepalanya dan berkata,

“Wan, kamu tidak usah berpikiran macem-macem, bapakku juga pernah dua hari baru pulang. Mungkin ikan lagi sulit, sehingga ayahmu harus mencari ikan ke tempat lain. Kamu lihat di ujung sana. Matahari boleh tenggelam, namun masih ada harapan bagi kita untuk menikmati biasnya. Mendingan sekarang kita berdoa, supaya ayahmu cepat pulang dan membawa ikan yang banyak, terus kamu bisa beli anak kambing!”

Iwanpun tersenyum. Andi yang sedari tadi diam, tiba-tiba bangun dan berlari, tidak lama kemudian dia kembali membawa sebuah botol, kertas dan pena.

“Ayo Bang! Dik!, kita tulis nama di kertas ini, trus masukkan ke dalam botol agar persahabatan kita senantiasa terkenang,” teriak Andi.

Setelah selesai menulis namanya masing-masing, mereka melarung botol tersebut ke laut, kemudian berdoa dan memohon kepada Tuhan, agar orang tua mereka senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan kembali dari melaut dengan membawa hasil tangkapan yang banyak.

Iklan