Beranda > Kisah > Alam Desaku

Alam Desaku

Saat Fajar Tiba

Seperti biasa, kulangkahkan kaki menyusuri jalan kecil di kampung sawah. Kicau burung terdengar merdu, menyambut datangnya hari baru. Aku terpaku sejenak, kupejamkan mata dan kurentangkan tangan. Tenang. Sejuk. Membuat hatiku menari kegirangan.

Kabut tipis mulai tergusur oleh desiran angin yang berirama di antara padi-padi muda. Yang bersimfoni bersama datangnya fajar. Hingga saat itu, kekagumanku sulit untuk kupendam, kubidikkan mata lensa ke arah mentari yang tersipu malu, mencoba mencari celah agar ia tetap tersenyum.

Dan, Klik! Kudapatkan pose alam yang membuatku terpana, terpesona dan terkesima. Berharap keindahan ini tetap terjaga dan takkan pernah sirna.

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, , ,
  1. 06/04/2013 pukul 10:26 pm

    beh..luwung sajjan, Bud.. matanai mara nyinah…

  2. dey
    03/04/2013 pukul 8:59 am

    ada yang tersirat ngga ya … hmmm .. 😀

  3. 03/04/2013 pukul 12:13 am

    Wow suka sama fotonya, bli. Sudah lama tidak melihat pemandangan seperti itu.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: