Seteguk Harapan Di Usia Senja

Dalam pandangan dan rasa hausnya yang sangat, ia duduk di sudut lorong yang jauh dari lalu lalang orang-orang pengais rejeki pagi itu. Lelaki tua itu meletakkan tas lusuhnya. Perlahan tangannya merogoh isi tas, mengeluarkan sebotol air putih dan sebuah gelas plastik.Sebelum meneguk segelas air, mulutnya berkomat kamit memanjatkan doa.

Tidak lama kemudian, seorang anak usia 13 tahun menghampiri “Ayo Kek, kita beli makan,” ajak anak itu. “Hari ini sayur kita habis terjual kek, jadi kita bisa beli makan, lalu pulang kek,” terang si kecil yang tidak lain adalah cucunya.

Lelaki tua itu tersenyum dan mengusap kepala cucunya lalu berkata dengan lirih, “Di usia kakek yang sudah tua, kakek berharap kamu senantiasa ingat melakukan SELAMAT PAGI (Sebelum Engkau Laksanakan Aktivitas Mari bersujud Agar Tuhan Penuhi Anugrah kekuatan Gairah cita dan cinta Indah).”

Haus

Seteguk Harapan Di Usia Senja

Iklan

23 pemikiran pada “Seteguk Harapan Di Usia Senja

  1. yang membuat saya heran adalah, orang tua ini meskipun punya anak tidak mau ikut anak yang sudah sukses.. meski anak telah sukses, ia tidak ingin merepotkan anak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s