Skip to content

Cerita Patung Dewa Ruci

27/02/2013

Sejak kecil saya memang suka dengan kisah-kisah pewayangan. Saat masih SMP ayah pernah menceritakan tentang kehebatan Bima (Werkudara) ketika diutus gurunya (Drona) untuk mencari tirta Amertha (tirta kehidupan) yang terletak di dasar samudra.

Saat tiba di samudra, Bima bertempur dengan Naga Neburwana (Naga Baruna) yang kemudian berhasil dikalahkannya. Setelah Naga Neburwana berhasil dikalahkan, bima bertemu dengan mahluk kecil mirip dengan dirinya yang bernama Dewa Ruci.

Entah mengapa, Bima bisa masuk ke dalam telinga Dewa Ruci. Saat di dalam tubuh Dewa Ruci, Bima merasakan kedamaian yang luar biasa. Dewa Ruci menerangkan bahwa ia bisa tinggal di sana apabila Bima sudah mati, namun saat ini, Bima harus kembali ke dunia nyata untuk melawan Kurawa dan pasukannya.

Sebetulnya itu sebuah filosofi hidup. Menurut ayah, orang yang baik dan bijak, semestinya mempunyai hati yang seluas samudra, yang dengan mudah untuk memaafkan orang lain. Pertempuran Bima melawan naga (kejahatan) dan menemukan sosok Dewa Ruci menggambarkan bahwa dalam perjalanan pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati, kita harus berhasil mengalahkan kejahatan yang ada dalam diri kita sendiri.

Demikian cerita yang saya dengar dari ayah 23 tahun lalu. Nah..mumpung di Jembrana ada patung Dewa Ruci, jadi saya mengabadikannya disini🙂

Patung Dewa Ruci

Selain di Nusa Dua-Denpasar, patung Dewa Ruci juga ada di Jembrana🙂

16 Komentar leave one →
  1. 05/03/2013 11:56 am

    ceritanya indah Bli. Baru tau saya. Cerita pandawa emang banyak filosofinya ya Bli. Dulu bapak saya suka cerita cuman sayang dulu ga mendengarkan dengan baik.😦

  2. 03/03/2013 3:55 pm

    indah sekali patungnya.buin pidan kone mbok ngidaang melali ke Jembrana ne..Enggalan lingsir he he..

  3. 02/03/2013 12:53 pm

    Filosofi yang amat dalam…Bli sama dengan suami saya, dia juga suka banget dengan kisah-kisah pewayangan. Malah jago nari Jawa juga lo Bli, keahliannya adalah jadi Hanoman😀
    Ssst, waktu masih lajang dulu, tiap malem minggu suami saya suka lihat acara wayang di TVRI atau dengerin cerita wayang di radio…bayangin, segitunya ya!

  4. 02/03/2013 9:28 am

    aku stress klo nonton wayang… waktu mainnya pas udah ngantuk plus aku gak ngerti bahasanya..

  5. 01/03/2013 8:47 pm

    wahh hebat saya ga mudeng soal wayang.. tahunya yg vrsi asep sunandar

  6. 27/02/2013 10:30 pm

    Cerita pewayangan di Bali dan Jawa pasti banyak samanya, karena bersumber pada hal yang sama.

  7. 27/02/2013 8:59 pm

    ya ampuuun,,,jadi inget dulu pas masih kecil suka diceritain kisah tentang wayang2…

  8. nchiehanie permalink
    27/02/2013 3:50 pm

    mau donk kalo ke jembrana di poto di situ Blii..
    apalagi bekronnya bulan purnama ..
    so sweet deeh

  9. 27/02/2013 12:15 pm

    aah..jadi kangen baca cerita pewayangan lagi….makna filososfis di dalamnya itu yang baru disadari setelah tua gini
    semasa kecil cuma bisa baca serunya aja …

  10. 27/02/2013 9:47 am

    Dalem ya filosofinya …
    Yang aku tahu, dewaruci itu dipakai juga sebagai nama kapal laut yang biasa dipakai keliling dunia sama taruna AAL.

    Bulannya cakep ..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: