Cerita Patung Dewa Ruci

Sejak kecil saya memang suka dengan kisah-kisah pewayangan. Saat masih SMP ayah pernah menceritakan tentang kehebatan Bima (Werkudara) ketika diutus gurunya (Drona) untuk mencari tirta Amertha (tirta kehidupan) yang terletak di dasar samudra.

Saat tiba di samudra, Bima bertempur dengan Naga Neburwana (Naga Baruna) yang kemudian berhasil dikalahkannya. Setelah Naga Neburwana berhasil dikalahkan, bima bertemu dengan mahluk kecil mirip dengan dirinya yang bernama Dewa Ruci.

Entah mengapa, Bima bisa masuk ke dalam telinga Dewa Ruci. Saat di dalam tubuh Dewa Ruci, Bima merasakan kedamaian yang luar biasa. Dewa Ruci menerangkan bahwa ia bisa tinggal di sana apabila Bima sudah mati, namun saat ini, Bima harus kembali ke dunia nyata untuk melawan Kurawa dan pasukannya.

Sebetulnya itu sebuah filosofi hidup. Menurut ayah, orang yang baik dan bijak, semestinya mempunyai hati yang seluas samudra, yang dengan mudah untuk memaafkan orang lain. Pertempuran Bima melawan naga (kejahatan) dan menemukan sosok Dewa Ruci menggambarkan bahwa dalam perjalanan pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati, kita harus berhasil mengalahkan kejahatan yang ada dalam diri kita sendiri.

Demikian cerita yang saya dengar dari ayah 23 tahun lalu. Nah..mumpung di Jembrana ada patung Dewa Ruci, jadi saya mengabadikannya disini 🙂

Patung Dewa Ruci

Selain di Nusa Dua-Denpasar, patung Dewa Ruci juga ada di Jembrana 🙂

Iklan