Nyiur Melambai

“Sulit memang untuk dipercaya”, Elang bergumam sendiri, jari tangannya sibuk bermain modus manual pada kamera kesayangannya. Mencari ketajaman tertentu dari obyek yang membuat hatinya senang.

Setelah beberapa kali jepretan, Elang terdiam. Ia terbayang pertanyaan kakeknya,”Apakah kamu kerasan tinggal di desa ini cu?” “Tentu saja kerasan kek, hanya orang bodoh yang tidak bisa tinggal di tempat ini. Kekayaan floranya begitu melimpah, tak ada sejengkal tanah yang tidak dikuasai oleh pohon kelapa.” Demikian jawab Elang sepuluh tahun lalu.

Elang tersenyum memandang nyiur yang melambai. Langit biru dan  parade kuno awan putih membuat Elang berkata, “Ini sedikit dari sisi dunia yang masih asli saat ini.”

Pohon Kelapa

Saat aku berhenti, kulihat pohon kelapa

Refleksi

Saat aku berhenti lagi, kembali aku lihat pohon kelapa

Iklan