Rahmat Dan Cikarnya

Saat ibunya sibuk menyiapkan keberangkatan suaminya melaut, Rahmat duduk termenung. Ia duduk di atas cikar yang sering digunakan ibu untuk mengantar barang-barang  ke pantai. Tak sepatah kata keluar dari mulut Rahmat. Yang ia tahu sore ini ayah pergi mencari ikan dan kembali esok hari.

Saat saya mencoba mendekati bocah ini,ia kaget dan masih tetap dengan pandangan lugu penuh tanya. “Sabar dik ya, besok ayah pasti pulang membawa ikan yang banyak. Jadi adik bisa beli mainan baru, bisikku dalam hati.”

Where are you Mam?

Kira-kira, apa yang ada di benak Rahmat melihat saya memotretnya 🙂

Iklan

14 pemikiran pada “Rahmat Dan Cikarnya

  1. Rahmat berbisik, Om menjadi bagian orang yang berbahagia … mengabadikan keindahan ciptaNya dalam foto sama bahagianya dengan Rahmat …..

  2. dalam benak Rahmat.. “Bisa gak ya minta soft copy-nya biar bisa di-upload di Facebook?” atau “Kalau udah di-upload, tag gue ya!” hehehe…

  3. Mantap fotonya, Bli.
    Mau tahu apa yang ada di benak Rahmat? Dia mengucap dalam hati, “Wah Bli Budi yang motret, aku yakin hasilnya pasti bagus dan bisa aku banggakan ke teman-temanku di sekolah”.

  4. ih, cuma bisik dalam hati, kenapa gak sekalia di kasih mainan baru… 😀

    foto itu bisa jadi cerita yang lebih panjang Bli …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s