Rahmat Dan Cikarnya

Saat ibunya sibuk menyiapkan keberangkatan suaminya melaut, Rahmat duduk termenung. Ia duduk di atas cikar yang sering digunakan ibu untuk mengantar barang-barang  ke pantai. Tak sepatah kata keluar dari mulut Rahmat. Yang ia tahu sore ini ayah pergi mencari ikan dan kembali esok hari.

Saat saya mencoba mendekati bocah ini,ia kaget dan masih tetap dengan pandangan lugu penuh tanya. “Sabar dik ya, besok ayah pasti pulang membawa ikan yang banyak. Jadi adik bisa beli mainan baru, bisikku dalam hati.”

Where are you Mam?

Kira-kira, apa yang ada di benak Rahmat melihat saya memotretnya 🙂

Iklan