Pemulung

Tidak terhitung, segala macam caci maki kasar dan perlakuan tidak manusiawi ia terima. Demi sesuap nasi, ia terus melakukan pekerjaannya. Tanpa rasa malu, ia mencari botol-botol plastis di antara tumpukan sampah.

Keinginannya hanya satu, bisa makan demi mempertahankan kehidupan agar terus berjalan. Tanpa harus mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari keringat para pedagang kaki lima, maupun orang-orang yang seprofesi dirinya.

Iklan