Sepenggal Kisah Tentang Mereka

Saat kita terlahir siapakah yang paling bahagia mendengar tangisnya? Ya,  mereka adalah kedua orang tua kandung kita. Susah payah mereka merawat kita dengan penuh kasih, membesarkan kita dengan segudang cinta, bahkan mengorbankan segalanya demi kelangsungan hidup kita. Semua itu mereka lakukan dengan harapan yang sederhana “Agar kita menjadi orang yang berguna dan lebih baik dari keadaan mereka berdua.”

Saya masih ingat, bagaimana pengorbanan kedua orang tua saya saat itu, bagaimana usaha mereka gali lobang tutup lobang supaya kami bisa makan dan anaknya lanjut sekolah. Hal inilah yang mendasari kenapa saya begitu menghormati mereka.

Meskipun pendidikan formil mereka rendah, namun pengalaman dan tujuan hidup yang sederhana, sering kali menjadi penyeimbang ketika saya mengambil keputusan, terutama sekali dalam hal-hal spiritual.

Sejak Juli 1999 mereka telah mengabdikan diri sebagai pelayan umat (pemangku), pada salah satu pura di desa kami. Diusia sekarang ini, mereka masih mampu melakukan kewajibannya sebagai pelayan. Saya sendiri tidak tahu tanggal lahir mereka, mereka hanya ingat bulan dan tahunnya saja.

Ayah lahir bulan Desember tahun 1932, sementara ibu bulan Desember tahun 1942, jadi sudah tahu umurnya berapa kan? Panjang umur buat Ayah dan Ibu, semoga kalian diberi kesehatan dan keselamatan.

Iklan

20 pemikiran pada “Sepenggal Kisah Tentang Mereka

  1. Amazing Bli…….
    Kita harus banyak belajar dari mereka yang dapat bertahan dengan suatu keadaan sehat walafiat seperti itu. Salam untuk keluarga disana Bli.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

  2. wah apa kabar bli?
    sudah lama tidak ninggalin komentar di sini, mudah-mudahan masih boleh ninggalin komentar di sini,
    saya lagi di bali li, dalam rangka kerja, bli balinya dimana?

  3. wah..pasangn yg klop bgt! hehehe…seneng ngeliat pic nya..kalo papa saya sih berondong, anak metal (of course after married nggak lagi ), ‘n nikah d umur 19thn, nikahin Mama yg lulusan pesantren..Mama dr kalangan miskin, jd Cinderella gt deeeh,,,tp biar berondong gitu, pekerja keras ‘n bnr2 pnuh kasih sayang ;D

  4. Orang tua itu bak samudera untuk anak 2nya, menelan derita apa saja demi kebahagian anak mereka. Semoga ibu bapak selalu dalam lindungan sang maha kasih Bli, amin

  5. desember? ya ampun bli itu pasangan serasi sekali..
    beliau kelihatan bugar, sungguh saya suka melihatnya..
    semoga dedikasi beliau menjadi manfaat bagi masyarakat di sana bli,..

  6. Semoga selalu sehat kedua orang tuanya ya Bli …
    Ayahnya sama dengan bapak saya tuh, Desember 1932. Tapi bapak saya sih tanggal + tahun ngarang tuh, soalnya sama sekali gak punya catatan lahir .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s