Sepenggal Kisah Tentang Mereka

Saat kita terlahir siapakah yang paling bahagia mendengar tangisnya? Ya,  mereka adalah kedua orang tua kandung kita. Susah payah mereka merawat kita dengan penuh kasih, membesarkan kita dengan segudang cinta, bahkan mengorbankan segalanya demi kelangsungan hidup kita. Semua itu mereka lakukan dengan harapan yang sederhana “Agar kita menjadi orang yang berguna dan lebih baik dari keadaan mereka berdua.”

Saya masih ingat, bagaimana pengorbanan kedua orang tua saya saat itu, bagaimana usaha mereka gali lobang tutup lobang supaya kami bisa makan dan anaknya lanjut sekolah. Hal inilah yang mendasari kenapa saya begitu menghormati mereka.

Meskipun pendidikan formil mereka rendah, namun pengalaman dan tujuan hidup yang sederhana, sering kali menjadi penyeimbang ketika saya mengambil keputusan, terutama sekali dalam hal-hal spiritual.

Sejak Juli 1999 mereka telah mengabdikan diri sebagai pelayan umat (pemangku), pada salah satu pura di desa kami. Diusia sekarang ini, mereka masih mampu melakukan kewajibannya sebagai pelayan. Saya sendiri tidak tahu tanggal lahir mereka, mereka hanya ingat bulan dan tahunnya saja.

Ayah lahir bulan Desember tahun 1932, sementara ibu bulan Desember tahun 1942, jadi sudah tahu umurnya berapa kan? Panjang umur buat Ayah dan Ibu, semoga kalian diberi kesehatan dan keselamatan.

Iklan