Beranda > Flash Fiction > Alam Dan Manusia

Alam Dan Manusia

Aku duduk terpekur pada sebuah batu tak jauh dari gerombolan ilalang, perlahan aku rasakan semilir angin melintasi ranting-ranting pohon menyentuh kulitku yang semakin keriput. Dan terdengar ratapan air sungai menyayat hati seperti seorang janda yang meratapi kematian suaminya di medan perang.

“Mengapa engkau menangis wahai aliran sungaiku?” tanyaku. “Karena aku dipaksa mengalir ke kota, dimana manusia-manusia tak bertanggung jawab menodai kesucianku, melempariku dengan tumpukan sampah, hingga aroma busuk menyelimutiku. Dan rasa malu menghantuiku, saat anak-anak mereka bercumbu dengan diriku,” jawab aliran sungai.

Iklan
Kategori:Flash Fiction Tag:, ,
  1. 28/11/2012 pukul 8:03 am

    Duh, ironis…kapan ya sungai-sungai di negara kita bisa jernih dan tanpa polusi sehingga bisa dipakai mandi?
    Kesenangan anak-anak di foto ini, bener-bener bikin hati saya ikut gembira, Bli 😀

  2. 24/11/2012 pukul 12:50 pm

    sungai setia memuat isi hingga pantai …

    • 24/11/2012 pukul 1:01 pm

      meskipun ia penuh derita mbak yach

  3. 24/11/2012 pukul 11:22 am

    Beh..jadi inget masa kecil ketika mandi dan bermain seperti ini di sungai he he..

    • 24/11/2012 pukul 1:01 pm

      Tukad dije ladne mbok kayeh to…heeee

      • 24/11/2012 pukul 1:14 pm

        he .. di Bangli ada madan Tukad Sangsang. Ditu ada yeh kelebutan madan Yeh Bulan.

        • 24/11/2012 pukul 1:16 pm

          Yeh bulan ento…kayaknya menarik mbok anggon hunting..mbok dadi modelne nah heee

        • 24/11/2012 pukul 1:18 pm

          ha ha ha.. yen Mbok dadi modelne, photographerne jeg melaib ye..he he

        • 24/11/2012 pukul 1:23 pm

          Yang motret kan saya..jadi ngak perlu kabur…jinak dot com hahahah…kiding mbok dex

  4. Tina Latief
    23/11/2012 pukul 3:58 pm

    saya tidak kasihan dengan anak-anak yang mandi di sungai kotor itu,
    itu ulah mereka juga mengotori sungai seenaknya..
    mereka memperkosa sungai seakan sungai itu tidak bisa berontak..
    suatu saat sungai akan berbicara dengan tegas bahwa dia juga tersiksa..

    • 24/11/2012 pukul 1:00 pm

      saat terjadi pembalsan semua bingung yha Tin

  5. Ely Meyer
    22/11/2012 pukul 3:23 pm

    rada ngeri lihat sampahnya bli

    • 22/11/2012 pukul 9:15 pm

      Sampai kapan kira2 kita menghargai sesuatu yang bersih dan sehat mbak yach…

  6. 22/11/2012 pukul 11:41 am

    Kemarin aku nonton tipi, Bli. Ada sebuah sungai yang melewati kota Kyoto di Jepang, tapi airnya masih bersiiiihhh…banget.
    Berarti tak semua orang kota jahat pada sungai 🙂

    *kok nggak bisa login pake blogspot ya, Bli? Terpaksa deh pake FB 😀 *

    • 22/11/2012 pukul 9:15 pm

      Kayaknya kita perlu mencontoh ke Kyoto yach…tapi nunggu proses berapa tahun lagi yach 🙂

      Masak mbak….tapi terima kasih usahanya masuk lewat FB yach..penghargaan yang luar biasa banget

  7. 21/11/2012 pukul 10:07 pm

    dipaksa kekota dimana orang2nya tidak bertanggung jawab ya pak, padahal mereka sendiri yang rugi jadinya kebanjiran

    • 22/11/2012 pukul 9:11 pm

      Kadang kala kita menikmati enaknya saja…tanpa berpikir kemudian hari..ujung-ujungnya protes heeee

  8. 21/11/2012 pukul 9:11 pm

    Sungai yang melewati kota akan berubah warna…
    Saat masih di gunung warnanya jernih sperti kristal, tapi setelah melewati kota menjadi coklat seperti Susu Bantal 😀

    • 22/11/2012 pukul 9:11 pm

      Dan mempunyai fungsi yang berbeda pakde yach

  9. dey
    21/11/2012 pukul 8:58 pm

    Walau ada sampah, anak2 tetap menikmati aliran sungainya ya …

    • 22/11/2012 pukul 9:10 pm

      Karena lahan bermain juga semakin terbatas bagi kalangan mereka mbak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: