Beranda > Kisah > Budi Kembali Menulis

Budi Kembali Menulis

Tak kusangka bisikan angin begitu kencang. Mengajak awan untuk berarak hingga memanggil badai bersama hujan. Di saat kita bergandeng tangan menyemai tanaman di ladang tua, dan saat kita mulai yakin untuk panen pada musim berikutnya, hujan dan badai memporak-porandakan semua.

Hanya diam yang aku lakukan saat itu. Memandang sisa riwayat tanaman yang kita semai bersama. Meskipun ada keraguan saat aku melihatmu, namun aku turus berjalan menghadapi badai itu. Karena aku datang untuk satu alasan dan satu tujuan.

Oopss….ternyata lama juga si Budi hiatus. Begitu menulis langsung mengajak angin, awan, hujan dan badai dalam ceritanya 😆 Ucapan terima kasih kepada teman semua yang masih setia datang berkunjung dan berkomentar, spesial untuk pak Guru Anti Biasa, UTS saya banyak merahnya dong 😆

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, , ,
  1. 28/11/2012 pukul 8:05 am

    Bliiii…saya juga baru mulai nulis lagi kemarin…sama kita, toss dulu dong!
    😀

  2. 24/11/2012 pukul 12:48 pm

    Selamat hadir kembali meramaikan jagad blog bli Budi. Salam

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: