Cahaya Sang Lilin

Sering kali kita ke sana ke mari mencari suatu kesenangan, ketenangan dan kenyamanan. Namun pada akhirnya kita kembali pulang. Begitu juga yang saya alami. Sibuk keluar rumah mencari gambar namun tidak menemukan sesuatu yang pas. Pas di mata dan pas di hati.

Menjelang magrib saya pulang tanpa hasil yang memuaskan. Ketika tiba di rumah, dengan wajah cemberutnya Melati bilang, “Pa, lampu di dapur mati!”  “Ngak apa ma, sesekali kita makan dengan suasana romantis, pakai lilin aja yuk,” ajak aku. “Alasan dech, bilang aja papa malas ganti lampunya,” jawab melati.

Sebetulnya saya memang malas ganti lampu, dikarena tempatnya terlalu tinggi dan harus pakai tangga. Jadi tetap pada rencana awal. Gunakan lilin sebagai penerangan. Lumayan bisa ambil gambar 😆

Cahaya Sang Lilin

Iklan