Beranda > Puisi > Dialog Malam

Dialog Malam

Malam sejenak hening, perlahan kudengar bisikan angin menghampiri telingaku. Mula-mula pelan kemudian mengeras, lalu bisikan itu menikahi hatiku. Menyeruak dalam aliran darah, kemudian membangun irama yang tergetar melalui mulutku.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kalimat yang tak pernah diucapkan mentari kepada bumi

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak pernah diucapkan bintang kepada rembulan.

Iklan
Kategori:Puisi Tag:, , ,
  1. Ely Meyer
    23/07/2012 pukul 7:20 pm

    hallo .. apa kabar bli ? 🙂

  2. 23/07/2012 pukul 1:08 am

    Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”.. 🙂

  3. 21/07/2012 pukul 9:25 am

    Inilah Ane yang mau ikut berpartisipasi nongkrong, ngunjungin setia dan berkomentar.. Hehehehe.. 😛

  4. 20/07/2012 pukul 9:43 am

    Jika Ane Jadi Penulis Pasti ane mau belajar dari ente gan.. 🙂

  5. Herizal
    18/07/2012 pukul 6:49 pm

    Mantap
    I like it 😉

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: