Skip to content

Drama Perpisahan

10/06/2012

Setelah beberapa kali menyaksikan latihan drama yang dimainkan Cintya dan teman-temannya, ada yang kurang dengan penampilan mereka. Dengan sedikit berkoordinasi dengan guru pembimbing di sekolahnya, kami mencoba untuk menyempurnakan drama mereka. Suatu kebetulan juga ibu guru mereka adalah teman saya, jadi proses koordinasipun lancar. Akhirnya kami memperbaiki ending yang semula, anak-anak pergi ke kantin  menjadi pergi latihan menyanyi. Selanjutnya mereka menyanyikan lagu “Perpisahan dan Terima Kasih Guru,” seperti lirik di bawah ini :

Perpisahan

Kini tiba saatnya kita akan berpisah
Marilah kita mohon pada Yang Maha Esa
Semoga persaudaraan kita dikuatkan
Sejiwa janji kita untuk slama-lamanya

Sungguh berat hati mengucapkan perpisahan
Sungguh  berat hati mengucapkan slamat jalan
Kala masa lalu masa indah penuh kesan
Semua budi baikmu kan selalu ku kenang

Terima Kasih Guru

Terima kasihku ku ucapkan
Pada guruku yang tulus
Ilmu yang berguna slalu dilimpahkan
Untuk bekalku nanti
Setiap hariku dibimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kan ku ingat slalu nasehat guruku
Trima kasihku guruku

Bagian penutup kami isi narasi: “Demikianlah tadi drama yang dimainkan oleh anak-anak kelas enam.  Perpisahan bukan akhir dari segalanya, namun awal dari segalanya. Datang dan pergi itu hal yang biasa. Meskipun raga kita berpisah, namun jiwa dan hati kita tetap menyatu dalam persaudaraan. Orang mentigi mengail tenggiri, tenggiri dijual dalam pekan, kami yang pergi memohon diri, silap dan salah mohon dimaafkan.”

19 Komentar leave one →
  1. 07/03/2013 7:47 pm

    aku juga mau ikut sedih ahc

  2. elin tya permalink
    06/12/2012 12:40 pm

    <(") (^^^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: