Skip to content

Elegi Matahari

25/05/2012

Wajah matahari terkantuk-kantuk menuju sudut barat. Perlahan cahayanya redup melintasi genangan air yang berdebur di antara batu karang. Kupandangi orang-orang di sekitarku. Mereka sealiran denganku. Pemuja senja di bibir pantai.

Pandanganku tak sepenuhnya tertuju pada senyum ceria pasangan muda-mudi itu. Sesekali, aku mencuri pandang ke arah matahari yang semakin lelah. Aku menarik napas dan menghembuskannya perlahan. “Matahari, hari ini engkau bekerja dengan baik, engkau pasti lelah dan tak sabar untuk tidur,” bisikku.

“Kamu salah saudaraku, matahari tidak pernah tidur, ia tidak pernah lelah apalagi mengantuk. Ia sengaja melihatkan sisi lain dari dirinya untuk engkau kagumi,” kata hatiku

“Lalu, mengapa matahari hendak sembunyi di peraduannya?”  tanyaku.

“Matahari  tidak bersembunyi, ia tetap terjaga. Meskipun waktu telah berubah menjadi sebutan malam, matahari tetap menanamkan hal yang terbaik. Matahari selalu menitipkan pesan, lewat pendar bintang maupun bias rembulan. Agar kamu dapat menikmatinya pada waktu yang berbeda,” ujar hatiku.

22 Komentar leave one →
  1. 02/06/2012 8:00 am

    Putis, romantis habiss>>>

  2. 30/05/2012 11:08 am

    Ah, keren banget bahasanya, Bli Budi…
    matahari memang selal ada buat kita.
    Tak pernah tidur dan selalu terjaga🙂

  3. 29/05/2012 5:51 pm

    aku juga pemuja matahari bli, bahkan sudah tak potret ratusan kali mungkin

  4. Agung Rangga permalink
    27/05/2012 4:52 pm

    karena bukan matahari yg menyebabkan siang & malam, melainkan rotasi bumi~😳 *baca buku fisika*

    happy weekend~♬

  5. Sofyan permalink
    26/05/2012 9:30 am

    Ehm.. Bli Budi ini memang jagoan deh kalau membuat kata² indah dan romantis…

    karena Matahari aku bisa melihat wajah cantikmu, uhuy,,,..

  6. 26/05/2012 1:16 am

    Aku tunggu Matahari esok pagi.
    yang akan menyapaku, menghangatkanku..
    dengan senyumannya..

  7. 25/05/2012 10:33 pm

    Matahari Buka 24 Jam…

  8. 25/05/2012 8:19 pm

    Matahari: Aku tak tidur saudaraku, hanya meninggalkanmu sejenak untuk kuberikan cahayaku pada sudut bumi yang lain. Sementara saudaramu disana dapat giliran peneranganku, istirahatlah engkau sejenak, esok pagi aku pasti kembali..

    • 26/05/2012 5:38 am

      Dan pagi ini, aku kembali memelukmu matahari, berharap engkau menemaniku dalam mewujudkan mimpi, kebetulan bacanya pagi mbak Evi

  9. 25/05/2012 5:59 pm

    ff yang indah dan berhikmah.
    Meski waktu telah merubah sebutan, matahari tetap menanamkan hal yang terbaik. Semoga kita bisa mengambil inspirasi darinya.

    • 26/05/2012 5:36 am

      Jangan hanya saat berkampanye aja yang bagus, terakhirnya menghisap ya kang

  10. 25/05/2012 5:39 pm

    ahhh, suka dengan kata2 di paragraf terakhir …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: