Beranda > Informasi > Menumbuhkembangkan Budaya Bersih

Menumbuhkembangkan Budaya Bersih

Kebersihan adalah salah satu persoalan masyarakat yang menuntut kita untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan. Persoalan ini tidak hanya menuntut kinerja pemerintah saja. Akan tetapi harus ada kesadaran dari semua pihak untuk menjaga lingkungan tetap bersih, nyaman dan asri.

Disadari atau tidak, kenyataan yang terjadi sekarang adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Kenapa saya katakan demikian? karena:

  1. Masih banyak orang yang membuang sampah di selokan dan sungai.
  2. Masih banyak orang yang membuang sampah di jalanan.
  3. Masih banyak orang demo membakar ban di jalan raya.
  4. Masih banyak orang yang mencorat-coret fasilitas umum.

Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai masyarakat kita dituntut aktif untuk berpartisipasi dalam mewujudkan kebersihan itu sendiri. Bentuk partisipasi masyarakat dalam menumbuhkembangkan budaya bersih adalah sebagai berikut :

  1. Partisipasi perseorangan/keluarga. Setiap orang/keluarga/anggota masyarakat harus mempunyai niat dan keberanian untuk menolong dirinya sendiri/keluarga, untuk dapat hidup bersih dan sehat. Serta memiliki kesadaran kalau bersih itu sehat dan sehat itu menentukan segalanya. Misalkan, penyediaan tempat sampah di rumah dan membuang sampah pada tempatnya.
  2. Partisipasi masyarakat tidak terorganisir. Dalam hal ini, masyarakat yang tinggal di lingkungan tertentu harus berperan secara aktif dalam merumuskan masalah lingkungannya masing-masing. Serta merencanakan kegiatan untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan menjalin hubungan erat dan dinamis dengan warga dan pemerintah. Misalkan, melalui kegiatan minggu bersih.
  3. Partisipasi masyarakat terorganisir. Salah satu kelompok masyarakat terorganisir adalah Karang Taruna. Organisasi sosial kepemudaan ini, melalui fungsinya untuk menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda, diharapkan membawa virus yang positif terhadap masyarakat untuk peduli dengan kebersihan. Salah satunya, bekerjasama dengan pelayanan kesehatan guna memberikan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan.

Dengan efektifnya jalinan kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah dan unsur terkait dapat memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkembangkan budaya bersih. Mengisi kemerdekaan bukan hanya duduk di meja dan pintar bersilat lidah, namun menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu bentuk mengisi kemerdekaan.

Iklan
  1. 24/05/2012 pukul 10:53 am

    Partisipasi masyarakat yang tidak terorganisir menurut saya malah lebih diperlukan Bli, coba bayangkan kalau semua masyarakat memiliki tanggung jawab pribadi terhadap kebersihan lingkungan dan nggak nunggu bersih-bersih seminggu sekali pas kerja bakti…ah, pasti negara kita akan jadi negara terbersih di dunia… *lebay*
    😀

    • 24/05/2012 pukul 7:39 pm

      Bener mbak…jika semuanya memiliki kesadaran dan mau bekerja sama, pasti menuai hasil yang lebih baik mbak yach

  2. 23/05/2012 pukul 8:12 am

    kalau kita perhatikan..ternyata masih banyak orang yang suka berkotor-kotor ketimbang berbersih-bersih ya Bud? he he

    • 24/05/2012 pukul 7:38 pm

      70 banding 30 kali mbokdek yach heee

  3. 22/05/2012 pukul 9:01 pm

    Nggak diikutkan Kontesnya BlogCamp Bli?

    • 24/05/2012 pukul 7:38 pm

      Sudah diikutkan dengan artikel yang satunya pakde

  4. 22/05/2012 pukul 5:59 pm

    suka 3 kata kuncinya bli: kesadaran, partisipasi dan jalinan kerjasama. salam

    • 24/05/2012 pukul 7:37 pm

      Terima kasih mbak…senang jika bermanfaat

  5. 22/05/2012 pukul 3:47 pm

    Intinya harus saling bahu membahu menumbuhkembangkan budaya bersih ya Bli… Semoga kita bisa segera memiliki budaya itu. Aamiin

    • 22/05/2012 pukul 4:50 pm

      Kerja sama bahu membahu akan memudahkan segalanya mbak yach

  6. 22/05/2012 pukul 9:54 am

    selamat pagi bli.. lama tak berkunjung, eh disuguhi kebersihan,, hehehe aku udah berusaha bersih-bersih bli, tapi jakarta dan dipnggir jalan pula debunya minta ampun bli, alhasil gak bisa bersih, tambah tukang smpah datangnya gak tiap hari,,

    tapi harus mulai dari diri sendiri ya bli,, ok trims dah ingatkan..

    salam sukses.. 🙂

    • 22/05/2012 pukul 4:49 pm

      Wah…mbakku ini tumben datang heeee terima kasih mbak, meskipun ngak mampu berbuat banyak untuk hal yang lebih besar, minimal kita berbuat hal kecil untuk harapan yang besar mbak yach

  7. Evi
    22/05/2012 pukul 7:43 am

    Individu dan masyarakat saling mempengaruhi. Kalau individunya jorok begitu pula dng masyarakatnya 🙂

    • 22/05/2012 pukul 4:48 pm

      Kerjasama memberikan nilai kesuksesan atas suatu tujuan mbak yach

  8. 22/05/2012 pukul 3:40 am

    Ini Bli yang tadinya mau buat kontes? Wkwkwk…

    • 22/05/2012 pukul 4:48 pm

      Karena keduluan Una, jadi pakai update hehehehehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: