Tiga Langkah Membangkitkan Moral Bangsa

Gerakan reformasi yang mempunyai nilai mulia saat ini mengalami pergeseran dari jalurnya. Terbukti dengan tumbuhnya demokrasi yang mementingkan pihak-pihak tertentu yang sering kali mengatasnamakan orang banyak. Sehingga melahirkan sebuah kontradiktif terhadap pembangunan manusia bangsa kita.

Banyaknya prilaku yang menyimpang, membuat kita sulit untuk membedakan antara aparat pemerintah, sipil, pedagang, preman dan sebagainya. Semua menonjolkan sisi kejamnya. Hal ini dapat kita baca di media cetak maupun kita tonton di media televisi seperti:

  1. Kasus korupsi yang tidak pernah mati.
  2. Aksi kekerasan di mana-mana.
  3. Demonstrasi yang berujung pengerusakan fasilitas umum.

Kita tidak perlu menyalahkan si A, si B atau si C. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita berupaya agar bangkit lagi menjadi bangsa yang terhormat. Sangat tepat jika bulan Mei adalah bulan yang baik untuk kita jadikan perenungan terhadap pembangunan moral bangsa.

Ada tiga hal yang perlu kita lakukan sebagai bahan pertimbangan untuk mewujudkan kebangkitan moral bangsa, yaitu:

  1. Langkah penyadaran diri. Masing-masing pribadi menyadari, bahwa semua manusia mempunyai rejeki tersendiri, mempunyai karunia masing-masing atas kerja yang dilakukannya.
  2. Langkah ingat akan Tuhan. Memupuk kadar keimanan yang kita miliki dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan keagamaan yang dianut masing-masing.
  3. Langkah kejujuran terhadap profesi. Menghormati dan berlaku jujur terhadap profesi masing-masing akan mendorong kita untuk jujur dalam pekerjaan. Yang mempunyai kekuasaan akan mengayomi dan memberdayakan yang lemah, bukan sebaliknya memperdaya.

Jika kita bangga sebagai bangsa Indonesia, mari kita isi kemerdekaan ini dengan bangkit untuk membangun manusia yang seutuhnya, manusia yang manusia.


Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp

Iklan