Pulang Malam

Seperti malam kemarin, malam ini aku mampir ke warung itu. Aku memesan pisang goreng. Sepintas kulihat beberapa anak muda begitu asik menenggak minuman beralkohol. Dengan berteriak mereka menyanyikan sebuah lagu diiringi petikan gitar.

Aku sendiri tidak tertarik dengan lagu maupun petikan gitarnya. Aku lebih tertarik dengan keadaan orang tua mereka di rumah. Mungkin mereka cemas karena anaknya belum pulang, atau mungkin mereka pasrah, karena sang anak lebih pintar menggurui orang tuanya. Aku hanya berharap tidak terjadi keributan di antara mereka.

“Mas pisang gorengnya,” ujar wanita penjaga warung, memecah lamunan. Aku tersentak. Segera kuraih uang lima ribuan di saku celana untuk membayarnya. Akupun berlalu pergi. Sudah tiga hari aku pulang malam seperti sekarang ini, karena harus lembur. Beruntung istriku masih terjaga. Paling tidak, ada yang menemaniku makan pisang goreng dan menikmati wedang jahe.

Iklan