Beranda > Kisah > Pulang Malam

Pulang Malam

Seperti malam kemarin, malam ini aku mampir ke warung itu. Aku memesan pisang goreng. Sepintas kulihat beberapa anak muda begitu asik menenggak minuman beralkohol. Dengan berteriak mereka menyanyikan sebuah lagu diiringi petikan gitar.

Aku sendiri tidak tertarik dengan lagu maupun petikan gitarnya. Aku lebih tertarik dengan keadaan orang tua mereka di rumah. Mungkin mereka cemas karena anaknya belum pulang, atau mungkin mereka pasrah, karena sang anak lebih pintar menggurui orang tuanya. Aku hanya berharap tidak terjadi keributan di antara mereka.

“Mas pisang gorengnya,” ujar wanita penjaga warung, memecah lamunan. Aku tersentak. Segera kuraih uang lima ribuan di saku celana untuk membayarnya. Akupun berlalu pergi. Sudah tiga hari aku pulang malam seperti sekarang ini, karena harus lembur. Beruntung istriku masih terjaga. Paling tidak, ada yang menemaniku makan pisang goreng dan menikmati wedang jahe.

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, ,
  1. 11/05/2012 pukul 6:03 pm

    lembur dlm tugas …
    adalah bakti pd negara , juga keluarga ya Budi 🙂
    semoga selalu sehat ya…
    salam hangat utk Melatimu dan anak2… 🙂
    salam

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: