Skip to content

Enam Purnama

25/04/2012

Tetes demi tetes air membulir di pipi Bintang, disambung dengan isakan tertahan ketika ia memandang kemeja suaminya yang tergantung manis di dalam almari. “Aku merindukan bau keringatmu ketika pulang kerja. Aku merindukanmu, bisik Bintang.”

Tiga purnama. Bintang merasakan kepedihan luar biasa. Irama hidupnya berubah, ia merasa pincang tanpa kehadiran suami tercinta. Purnama yang terlewati tanpa dekapan sang suami, menyadarkan Bintang betapa berarti papa Riza dalam kehidupannya.

“Aku telah memperbaiki atap rumah yang bocor, dinding yang retak, taman yang tidak terurus, perabotan yang kusam. Aku juga menanam bunga, untuk mempercantik rumah kita di Surabaya yang protes berat karena jarang kita sentuh. Cepatlah pulang mas..aku sudah rindu!”

Begitu email yang dikirim Bintang kepada suaminya beberapa waktu lalu, yang sedang mengikuti pendidikan Lemhannas di Jakarta. Dan dijawab singkat oleh suaminya, “Tunggulah aku dengan cintamu sayang.”

Enam purnama. Telah sampai batas penantian Bintang. Resah. Gelisah, ia menunggu di gerbang kedatangan domestik bandara Juanda. Matanya berbinar menyapu wajah-wajah penumpang di lorong itu. Sesaat pandangannya tertahan kepada sosok lelaki yang ia kenal, “Mas Budi!”  Bisiknya tertahan.

Laki-laki itu mendekati Riza yang berdiri di samping Bintang. Pelukan penuh rindu tak terelakkan lagi di antara anak dan bapak. Bintang terpaku dan memandangnya terharu, ia menangis dalam senyuman.

Sesaat kemudian lelaki itu berjalan mendekati Bintang, lalu memeluknya dengan penuh kehangatan. “Terima kasih sayang, engkau telah menanam pohon cinta yang berdaun kesetiaan, berbunga ketulusan dan berakar kejujuran. Mengenalmu adalah anugrah dan mendampingi hidupmu adalah suatu kebahagiaan,” bisik lelaki itu yang diakhiri dengan kecupan mesra di kening Bintang.

Cerita ini terinspirasi dari kisah seorang Ibu di sini

26 Komentar leave one →
  1. 28/04/2012 12:00 pm

    duh, so sweet banget ya Budi endingnya …. )
    kesetiaan dlm kasih sayang yg selalu terjaga
    adalah salah satu sudut surga yg tercipta di dunia ini ….

    salam

  2. 27/04/2012 8:23 pm

    oh ini ff yg dimaksud …
    memang mbak Irma sekeluarga itu inspiratif banget,
    ceritanya jadi mempesona

  3. 27/04/2012 2:32 pm

    Aih, ceritanya Bu Ir jadi bertambah manis Bli😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: