Tikus Oh Tikus

Tadi malam adalah hal yang cukup mengesalkan. Konsentrasi saya menonton acara TV sedikit terganggu dengan adanya atraksi sirkus keluarga tikus di atas plafon rumah. Ia melompat dari tiang satu ke tiang lain. Gaduh. Semakin saya ngomel, aksinya semakin menggila. Sayapun memilih pasrah. Bersama beberapa ekor kucing yang menatap plafon. Hingga tikus itu diam sendirinya.

Ngomong-ngomong tentang tikus, tanpa sadar setiap hari saya selalu memegang tikus. Mouse! Iya, mouse pointer. Saya sendiri tidak mengerti kenapa juga namanya mouse. Mungkin karena sekilas bentukya seperti tikus. Padahal ada lho yang bentuknya mobil-mobilan, tetap saja disebut “mouse.”

Penggunaan mouse ini mempermudah kita untuk kelancaran kerja, meskipun ada beberapa tombol yang bisa digunakan, seperti Ctrl+A, Ctrl+C, Ctrl+V, namun lebih senang menggunakan mouse. Tinggal klak, klik, beres dah! Tidak seperti kehidupan nyata si tikus yang tadi malam mengganggu saya.

Saya yakin, sesuatu diciptakan itu pasti ada sebabnya. Begitu juga dengan si tikus, ia ada untuk memperingatkan kita agar rajin bersih-bersih rumah dan mouse diciptakan untuk mempermudah kita mengerjakan sesuatu di depan komputer. Pertanyaan saya, kenapa pengguna komputer tidak menterjemahkan “mouse” dengan “tikus,” Ada yang tahu nggak?

Iklan