Ketika Ia Bicara

“Kenapa kamu termenung coy?” Ruh itu bertanya kepada salah satu temannya. “Aku sedang bosan kawan,” sahutnya singkat.

 “Aku juga bosan coy, kamu lihat “rumahku” itu! Ia begitu asyik dengan wiskinya, terlena dengan benda putih laknat itu,” jawabnya penuh emosi.

 “Tidak jauh beda dengan aku, lihatlah kawan! Rumahku tidak ada cahaya. Gelap. Jika saja lampunya menyala, tentu model “rumahku” yang cantik akan semakin anggun.

 Kedua  ruh yang keluyuran tersebut terdiam dalam hening. Memandang “rumahnya” yang berantakan dan pengap. Ada kebosanan saat tinggal di dalamnya.

Iklan