Beranda > Flash Fiction > Ketika Ia Bicara

Ketika Ia Bicara

“Kenapa kamu termenung coy?” Ruh itu bertanya kepada salah satu temannya. “Aku sedang bosan kawan,” sahutnya singkat.

 “Aku juga bosan coy, kamu lihat “rumahku” itu! Ia begitu asyik dengan wiskinya, terlena dengan benda putih laknat itu,” jawabnya penuh emosi.

 “Tidak jauh beda dengan aku, lihatlah kawan! Rumahku tidak ada cahaya. Gelap. Jika saja lampunya menyala, tentu model “rumahku” yang cantik akan semakin anggun.

 Kedua  ruh yang keluyuran tersebut terdiam dalam hening. Memandang “rumahnya” yang berantakan dan pengap. Ada kebosanan saat tinggal di dalamnya.

Iklan
Kategori:Flash Fiction Tag:,
  1. 17/03/2012 pukul 8:26 pm

    Weeiitss, serem ah kalo udah bicara ruh…jadi inget yang ‘di kamar depan’ rumah saya itu lo, Bli… 😦

    • 18/03/2012 pukul 12:01 am

      Heeeee inget dengan pijitan virtualnya mbak ya

  2. 14/03/2012 pukul 7:31 pm

    Terima kasih temans semua komentarnya, maaf jika saya tidak bisa membalas dengan maksimal

  3. 14/03/2012 pukul 3:19 pm

    Filosofi tingkat tinggi, tapi mudah dipahami..

  4. 12/03/2012 pukul 5:29 pm

    Salam kenal. Cerita yang bagus, surprise yang bagus. Saya sedang tertarik pada flash fiction atau sejenisnya, dan telah menulis dan mem-post beberapa cerita mini di blog saya: indraisme1987.wordpress.com.

  5. budiastawa
    12/03/2012 pukul 2:16 pm

    Bro, ada ruh yang mengadu padaku tadi pagi. Katanya “rumah”-nya itu penuh asap. Macam fogging tiap hari saja. Seluruh lorong dan koridornya penuh jelaga hitam…. Itu gimana ya bro? (*melirik sinis*)

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: