Beranda > Flash Fiction > Durhaka

Durhaka

“Nak, sudah larut malam, kamu istirahatlah, besok masih bisa dilanjutkan bukan?” perempuan tua itu mengingatkan anaknya. “Udahlah, kamu tidak bakalan mengerti, bosan mendengar ocehanmu!” bantah pemuda tanggung kepada perempuan tua itu.

“Nak, sarapanlah dulu, ada sayur asem dan keripik singkong,” pinta perempuan tua kepada anaknya. Pemuda itu hanya memandang sesaat. “Sudahlah, aku bisa makan sendiri, sayur asem itu buat kamu saja,” jawabnya penuh angkuh sambil berlalu pergi.

Diam. Pemuda itu tak bergeming, kesunyian telah membawanya ke alam kerinduan. Cinta. Kasih sayang. Ketulusan. Hilang terseret sang bayu. Kebisuan menjadi teman setia, sesaat nama perempuan tua itu terukir indah di batu nisan.

Iklan
  1. 11/03/2012 pukul 10:44 am

    singkat, padat , namun membuat trenyuh …. 😦
    kisah yg pantas utk dijadikan renungan utk diri kita masing2 …
    terimakasih Budi utk kisah penuh makna ini
    salam

  2. 08/03/2012 pukul 6:07 am

    singkat, tapi maknanya daleeeemm banget :O

    • 08/03/2012 pukul 8:43 am

      singkatnya dipaksaain mbak…jangan kecewa kalau ngak nyambung heeee

  3. Ely Meyer
    07/03/2012 pukul 9:52 pm

    kenapa penyesalan selalu dtg akhir ya bli ?

    • 08/03/2012 pukul 8:42 am

      Mengapa harus dibayar mahal mbak Ely yach

  4. 07/03/2012 pukul 7:22 pm

    Belajar penyampaian pesan secara efektif, indah dan padat. Salam

    • 08/03/2012 pukul 8:41 am

      Ini juga dipaksain, jadi pasti ngak nyambung mbak yach heeee

  5. 07/03/2012 pukul 6:58 pm

    mau berapa jempol Bli??? 🙂
    sip bangget,,, sarat makna,,,

    • 08/03/2012 pukul 8:40 am

      Heeee mbak iyha nich..komentarnya saja mbak heee

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: