Maaf, Bajunya Saya Buka!

Aktifitas belanja bukan hanya kesenangan kaum ibu-ibu atau wanita, saya juga termasuk kategori senang berbelanja, karena bisa tepe-tepe(tebar pesona) 😆 Meskipun kadang kala membuat saya harus tarik nafas panjang ketika berada di depan kasir. Bagaimana tidak, hitungan detik dompet saya menjadi kurus 😦

Untuk menyenangkan Melati, tiga hari yang lalu saya menemaninya untuk berbelanja ke toko terpopuler di kampung kami. Setelah memutar beberapa kali, Melati tertarik dengan pakaian yang digunakan model patung plastik. Ia melihat label harga, kemudian memandang saya minta persetujuan. Saya sich manggut saja, buat dia apa sich yang ngak 😆

Melati memanggil pelayan toko dan menanyakan, “Mbak, ada jenis yang lain lagi, model yang ini,” sambil menunjuk ke arah patung di atas rak. “Sebentar bu ya,” jawab pelayan toko. Iapun memanggil rekannya yang bertugas di areal itu, sementara ia berlalu pergi.

Hingga lima belas menit tidak ada pelayan yang menghampiri, teman si mbak cantik itu ngak nongol juga. Saya mulai kesal. Dari pada menunggu pelayan yang tidak pasti datangnya dan demi memuaskan hati melati, patung itu saya lucuti dan bergegas ke kasir untuk transaksi.

Akhirnya dia telanjang, jangan meniru tindakan ini !

Mungkin pelajaran buat mbak pelayan toko, jangan biarkan pelanggan menunggu lama, karena ia bisa nekad melucuti pakaian model Anda.

Iklan