Bukan Mawar, Tetapi Melati

Ungkapan cinta kasih terhadap pasangan sering kali disampaikan dengan pemberian bunga. Dan bunga mawarlah yang menjadi pilihan utama. Kenapa harus bunga mawar? dan bukan bunga yang lain? Mungkin karena bunga mawar tangkainya berduri sehingga ia menjadi pilihan. Karena cinta tidak selamanya indah, ada kalanya dia juga diselingi dengan duka 😦

Tetapi tidak begitu dengan saya. Bukan mawar, bukan anggrek, tetapi melatilah yang menjadi pilihan saya. Meskipun saya tahu anggrek adalah “anggun, ramah dan eksotik” namun saya lebih menyukai melati yang “menawan langsung ke hati”. Dan kalau mawar, bukan berarti saya tidak suka tetapi kurang senang, karena mawar “malam-malam banyak yang nawar” πŸ˜†

Kasih sayang terhadap orang yang kita cintai sudah menjadi kewajiban kalau dilakukan setiap hari. Namun ketika ada momen khusus tentang hal ini, 14 Pebruari misalnya (valentine), tidak ada salahnya kita melakukan dengan tulus, bukan bersifat seremoni. Memberikan sesuatu dari hasil membeli dengan uang sendiri atau karya sendiri, akan lebih berasa dan nikmat πŸ™‚

Ehemm…maaf ya..saya nitip rayuan dulu nich..

Melati, biarkanlah aku bersenandung dalam kata, menguntai hidup dengan kata, meski aku sadar bukan sang pujangga, demi sebuah kata cinta darimu, akupun rela. Melati, mungkin kamu bosan dengan segala tetek bengek gombalku, tapi perlu engkau ketahui, itu bukan gombal, namun ungkapan rasa dari hatiku yang terdalam (yang ngak suka jangan muntah) πŸ˜†

Setiap benda mempunyai nilai seni dan keindahan tersendiri dan hanya dapat dilihat dengan mata hati.

Iklan