Skip to content

Rudy Gombal

10/02/2012
sticky

Tidak seperti biasa Rudy bangun kepagian. Matahari masih enggan benggeliat ketika ia membuka jendela kamarnya. Udara dingin menyeruak masuk, sesaat Rudy menarik nafas panjang dalam kedinginan. Semangat telah menghangatkan tubuhnya untuk berani bercanda dengan air di kamar mandi. Tepat pukul tujuh pagi, iapun segera berangkat ke kantor.

Di sebuah halte bus, Irma datang dan berdiri disebelahnya. “Kamu tau sayang, apa beda halte ini dengan kamu?” tanya Rudy kepada Irma kekasihnya. “Ngak,” jawab Irma singkat. “Di halte ini aku hanya menunggu bus, sedangkan di halte hatimu aku memarkir cintaku,” terang Rudy. Irma hanya tersenyum tipis. Sesaat kemudian bus datang, dan mengantarkan mereka ke tempat kerja.
***
Matahari bersinar dengan sempurna, tak ada awan yang menghalangi sinarnya. Sementara Rudy melangkah dengan cepat menuju sebuah pohon di pinggir jalan. Di sana Irma menunggu dengan setia. Ketika tiba di dekat Irma, Rudi berkata, “Sayang.., tau ngak beda matahari dengan kamu?” Irma menggeleng perlahan. “Kalau matahari menjemur kulitku hingga terbakar, sedangkan kamu, menjemur cintaku hingga rindu membara,” jawab Rudy.
***
Malampun tiba, Rudy dan Irma duduk di sebuah bangku sambil memandang keindahan bulan purnama. “Sayang, betapa indahnya rembulan itu, tetapi ia masih kalah dengan keindahan wajahmu,” rayu Rudy kepada Irma. “Ah..mas Rudy bisa aja, jawab Irma dengan lirihnya. “Satu lagi sayang, kenapa bulan itu selalu berbeda dengan kamu?” “Memangnya kenapa mas?” tanya Irma. “Jika rembulan memberikan keindahan pada malam hari, tapi kamu memberi keindahan cintaku siang dan malam,” jawab Rudy. Irma hanya mampu tersipu malu.
***
Pernikahan, begitu banyak tamu yang hadir di pernikahan Rudy dan Irma. Meskipun lelah luar biasa, Rudy dan Irma masih menebar senyum kepada para undangan. Sesekali Rudy berbisik, “Sayang apa perbedaan kursi pelaminan ini dengan aku?” Irma menggelang. “Kalau kursi pelaminan ini penuh bunga saat ada nikahan, tetapi cintaku senantiasa berbunga-bunga untukmu,” jawab Rudy. Irma mencubitnya dengan mesra, Rudy meringis perlahan dan berbisik lagi,”Jangan lupa sebentar ya.”😆

27 Komentar leave one →
  1. 13/02/2012 4:43 pm

    Ha ha..ini sebenarnya yang gombal si Rudy apa si Budi sih..
    Tapi sebenarnya banyak wanita senang juga sih di gombalin wak wk wk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: