Membeli Waktu Ayah

“Yah…hari minggu nanti, kita pergi memancing yuk.”
“Sayang…hari minggu ayah mau keluar kota, ada rapat, minggu depan saja ya sayang,”
“Yah…kita jadi pergi memancing kan?”
“Sayang…maaf ya, minggu ini ayah harus ke kantor, karena ada tamu perusahaan.”

***
“Sayang…kamu minta dibelikan apa nak? Besok Ayah mau ke luar negeri.”
“Kalau boleh, aku minta beli waktu ayah satu jam saja, untuk menemani aku mancing.”

Iklan

27 pemikiran pada “Membeli Waktu Ayah

  1. Terharuuuuuuu!
    Begitu berartinya waktu orang tua buat seorang anak, Bli…
    Saya jadi ingat Risa yang sedang praktek kerja di luar kota, duh, ibu kangen, Nak. Smoga kelak kalau kita bertemu nanti, Risa tidak perlu membeli waktu ibu sebagai hadiah karena ibu akan selalu ada buat Risa.

  2. terkadang sebagi orang tua kita suka lupa kebutuhan utama sang buah hati kita…mereka senangnya bukan main kalau menghabiskan waktu dengan kita. Sebagai contoh kalau tahu kita ambil cuti, nomor satu yg mereka minta adalah,…. ingin dianter jemput sama kita…tul ga sih??

  3. Menjual waktu bagi sang ayah untuk mancing, mungkin adalah keuntungan paling besar yg akan dia peroleh..Semoga sang ayah lebih bijak melihat sistem perdagangan ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s