Surat

Dahulu surat lebih sering dikirim oleh pak Pos, namun kini surat lebih mudah dikirim melalui media internet, atau lebih singkat lagi melalui SMS. Maksudnya mungkin sama, bahkan tulisan yang diketik dengan alat jauh lebih rapi dan mudah dibaca dibandingkan dengan tulis tangan. Namun apakah kesannya sama?

Terlepas dari jawabannya sama atau tidak, kita kembali kepada judul. Ketika kita tidak mempunyai keberanian untuk menyampaikan secara langsung, karena takut terhadap reaksi yang akan muncul, menulis suratlah solusinya. Sehingga aspirasi dan keluhan bisa tersampaikan.

Mental dan karakter seseorang tentu berbeda, ada yang lebih baik komunikasi langsung, ada yang lebih nyaman dengan mengirim surat. Intinya tetap sama yaitu untuk suatu kebaikan, hanya saja caranya berbeda, dan kita harus menghargainya.

Misalkan,

“Mungkin aku adalah orang yang paling menyebalkan bagi dirimu, karena setiap hari mengganggu jam kerjamu sekedar mengingatkan sarapan pagi. Mungkin pula aku orang yang menjengkelkan karena memintamu jangan kerja larut malam. Itu semua karena aku tidak sanggup melihatmu terbaring lemah di rumah sakit.”

Iklan