Tradisi “Mesatua” (Cerita Rakyat)

Indonesia yang kaya dengan adat dan istiadat, budaya serta suku memiliki berbagai macam tradisi. Salah satunya adalah “Mesatua” (cerita rakyat), sebagai warisan nenek moyang yang mengandung nilai pendidikan dan pesan-pesan kearifan. Saya teringat ketika itu bapak bercerita tentang Siap Selem (ayam hitam), Cupak Gerantang, Si Kancil dan lain-lainnya. Lalu bagaimana dengan sekarang?

Tradisi mesatua (cerita rakyat) lambat laun semakin tergerus dengan roda jaman digital/gadget. Sudah jarang kita temui orang tua yang bercerita tentang cerita rakyat kepada anak, bahkan di desa sekalipun. Anak lebih senang menonton TV, Vidio dan lain sebagainya. Tidak jarang tontonan audio visual tersebut malah berefek negatif terhadap perkembangan fisik dan psikologis anak (pelecehan seksual, tawuran remaja).

Pernah ada stasiun TV menyiarkan cerita rakyat, namun diputarnya berulang-ulang, sehingga bosan dan kini hilang. Berharap cerita rakyat di transformasi terus dalam acara TV, tidak usah setiap hari, seminggu sekali saya rasa cukup memberikan hiburan sekaligus pendidikan bagi anak-anak, sehingga tradisi mesatua (cerita rakyat) tidak punah, semoga.

Iklan