Tidak Suka, Tapi Kepingin

Sebelum kakak saya diangkat sebagai pegawai negeri dengan profesi guru di SMPN 1 Negara, ia tugas di Dinas Pendidikan. Tugasnya sebagai tutor kejar paket A (SD) dan kejar paket B(SMP) ke desa-desa. Di sini pengalaman baru saya dapatkan, ketika mengisi waktu luang saat cuti.

Saya tidak suka menjadi pengajar, namun ingin mengetahui kegiatan kakak di desa. Saat itu kondisinya kurang sehat, ia meminta saya untuk berdiri di depan kelas sebagai tutor kejar paket A, sementara ia duduk di kursi belakang. Profesi saya bukan pengajar, sebab saya tidak suka, namun saya ingin mencoba, karena ini adalah tantangan untuk saya.

Program unggulan kejar paket adalah “Membaca dan Menulis.” Setengah pelajaran, saya menunjuk seorang bapak untuk membaca tulisan di papan tulis yang saya lengkapi dengan sebuah gambar. Saya membantu dengan mengejanya, BA…(BA)…JU….(JU), dibaca? Secara spontan si Bapak menjawab, “Klambi” (bahasa bali yang artinya baju). Sayapun tertawa, bukan tulisan yang dibaca bapak, namun gambar baju yang ia difinisikan 😆

Kakak hanya tersenyum dan menyarankan saya untuk meluruskan kembali. Ternyata menjadi guru tidak gampang, pengetahuan yang kita miliki dan hendak kita tularkan harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik (Kejar paket, SD, SMP atau SMU) karena masing-masing mempunyai pemahaman yang berbeda.

Saya masih tidak suka menjadi pengajar, namun ingin mengulang kembali. Jika sahabat belum mencoba pengalaman ini, suatu saat ada kesempatan ke kampung (cuti, jalan-jalan atau tugas) ada baiknya dicoba kepada mereka yang setengah atau tidak sama sekali mengenal dunia pendidikan, dijamin pasti mengasikkan.

Iklan