Pak Tua

Kadang saya jengkel dengan anak yang memaksakan kehendak kepada orang tuanya. Tidak mau sekolah kalau tidak dibelikan motor. Sudah dibelikan motor malah membolos, ugal-ugalan di jalan raya, lebih parah lagi ikut balapan liar. Sementara orang tuanya membanting tulang mencari nafkah.

Kelak setelah mereka tua dan menjadi kakek-kakek seperti gambar di samping, apakah mereka masih sanggup bekerja untuk mencari makan? Saya salut dengan si kakek, dengan penuh kesabaran dan ketekunan, ia masih tetap bersyukur, merawat kedua sapinya sebagai modal untuk mencari kelapa, lalu dijual ke pemasok. Itu semua ia lakukan untuk kelangsungan hidup keluarganya.

Rasa bersyukur yang dimiliki si kakek memang luar biasa. Hidup dengan kesederhanaan bukan manjadi masalah untuk berjuang mengisi kehidupan itu sendiri. Ia mengerti kalau hidup adalah anugrah untuk kita isi dengan berdoa, bekerja dan bersyukur.

Iklan