Beranda > Kisah > Pak Tua

Pak Tua

Kadang saya jengkel dengan anak yang memaksakan kehendak kepada orang tuanya. Tidak mau sekolah kalau tidak dibelikan motor. Sudah dibelikan motor malah membolos, ugal-ugalan di jalan raya, lebih parah lagi ikut balapan liar. Sementara orang tuanya membanting tulang mencari nafkah.

Kelak setelah mereka tua dan menjadi kakek-kakek seperti gambar di samping, apakah mereka masih sanggup bekerja untuk mencari makan? Saya salut dengan si kakek, dengan penuh kesabaran dan ketekunan, ia masih tetap bersyukur, merawat kedua sapinya sebagai modal untuk mencari kelapa, lalu dijual ke pemasok. Itu semua ia lakukan untuk kelangsungan hidup keluarganya.

Rasa bersyukur yang dimiliki si kakek memang luar biasa. Hidup dengan kesederhanaan bukan manjadi masalah untuk berjuang mengisi kehidupan itu sendiri. Ia mengerti kalau hidup adalah anugrah untuk kita isi dengan berdoa, bekerja dan bersyukur.

Iklan
  1. 30/12/2011 pukul 10:30 am

    semoga pak tua selalu sehat , agar bisa terus menjemput rezeki utk dirinya dan keluarganya ,aamiin

    salam

  2. 29/12/2011 pukul 2:41 pm

    Orang tua ikhlas berjuang keras mencari nafkah untuk anak. Sedangkan sebagai anak lebih banyak menuntut. Saya harus belajar terus agar bisa menjadi orang tua yg baik dan anak yg berbakti.

    • 29/12/2011 pukul 6:16 pm

      Harapan orang tua bekerja ikhlas itu tidak lain ingin anak-anaknya bahagia, jika demikian kita juga harus memiliki timbal balik terhadap beliau, saya juga berusaha semaksimal agar menjadi anak yang berbakti terus

  3. 29/12/2011 pukul 12:24 pm

    Hebattt kakeknya 🙂

  4. 29/12/2011 pukul 8:19 am

    Bli…saya paling geram kalo ada anak remaja yang punya banyak handphone sekedar gaya-gayaan dan ikut tren. Mereka tidak tau kalo hidup itu nggak hanya diisi dengan ketawa-ketawa karena bercanda dengan teman sebaya, tapi juga harus diisi dengan prestasi dan kerja keras tanpa henti…
    Thanks pencerahannya ya 🙂

    • 29/12/2011 pukul 6:14 pm

      Bener bun…saya bukan bagaimana, mereka minta hp yang bisa inet, ujuk-ujuk asik fban…ke warnet juga gitu, bilang nyari tugas…malah lain2 asyik ngenet dengan pacarnya, kalau sudah cukup sih ngak masalah…tapi jangan sampai memaksakan ortu kerja keras nyari utang

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: